Siswi SD Mengaku Diculik

Kakak Korban Membantah

264
BIKIN HEBOH: Suasana rumah AMS di Kampung Tawang Ngaglik Lor, Tawangmas, tadi malam. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIKIN HEBOH: Suasana rumah AMS di Kampung Tawang Ngaglik Lor, Tawangmas, tadi malam. (HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seorang siswi SD di Tawangmas, Semarang Barat mengaku menjadi korban penculikan dua pria tak dikenal. Korban diketahui berinisial AMS, 11, siswi kelas V SD Negeri Tawangmas 1. Selain itu, AMS mengaku ada dua siswi SD lain yang juga diculik, namun ia tak mengenalnya.

Menurut pengakuan AMS, dugaan penculikan itu dialaminya Rabu (22/3) sekitar pukul 12.00 kemarin.  Bermula saat pulang sekolah, ia dihampiri salah satu pelaku yang berambut cepak. ”Orang itu bilang, kalau disuruh mama supaya njemput aku. Bilangnya gini, ’Nok, aku disuruh mamamu njemput kamu,” kata AMS menirukan ucapan pelaku.

Tanpa curiga, bocah yang masih mengenakan seragam merah putih dan hijab putih itu naik ke mobil pelaku. ”Mobilnya warna abu-abu,” ucapnya.

Di dalam mobil, AMS melihat ada dua siswi SD yang badannya lebih kecil dari dirinya. Keduanya mengenakan seragam SD merah putih, dan satunya seragam kotak-kotak. AMS sendiri tidak mengenal keduanya.

Ia mengaku sempat curiga, karena dua anak itu mulutnya diikat tali sehingga sulit bicara. Namun AMS tidak bisa berbuat banyak, karena pintu mobil segera ditutup pelaku, dan mobil berjalan meninggalkan sekolah.

AMS semakin curiga, karena mobil tidak mengarah ke rumahnya. Namun justru menuju Sungai Banjir Kanal Barat. Kontan ia pun berteriak-teriak minta tolong. Hal itu membuat salah satu pelaku panik, lalu memegangi tubuh AMS. Saat itulah, AMS menggigit tangan pelaku berambut cepak tersebut hingga kesakitan.

”Tangannya saya cokot (gigit, Red), sopir mobil yang berambut panjang lalu menghentikan mobilnya. Saat itu, saya langsung buka pintu dan lari,” ceritanya.

Pelaku sempat mengejar AMS yang turun di Jalan Madukoro, Krobokan. Ia mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Khawatir aksinya diketahui warga, pelaku akhirnya memilih kabur bersama dua korban lainnya di dalam mobil.

”Saya lihat dua anak itu sempat nangis. Tapi, karena mulutnya diikat tali, jadi kesulitan teriak,” katanya.

Korban AMS sendiri terus menangis, hingga ditolong Kasiadi di Jalan Madukoro Raya sekitar pukul 12.30. Warga Demak yang bekerja di salah satu rumah di Jalan Madukoro Raya tersebut mengaku penasaran saat melihat AMS terus menangis di bawah pohon.

”Saya lihat ada anak kecil menangis di pinggir jalan. Terus saya dekati. Dia duduk di kursi kayu di bawah pohon. Saya tanya, ’Nduk kenopo kok nangis?’ Terus dia cerita tapi gak jelas. Bilangnya diculik orang,” ujar Kasiadi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kasiadi pun lantas berinisiatif membawa anak tersebut ke Lurah Krobokan Ahmad Suparno. ”Saya bawa ke rumah Pak Lurah daripada nanti kenapa-kenapa,” katanya.

Dengan penuh kelembutan, Ahmad Suparno lantas meminta korban bercerita. Suparno sempat merekam pengakuan AMS lewat kamera ponselnya.

Menurut Suparno, dari pengakuan AMS, dia baru saja dibawa orang tak dikenal. ”Kalau menurut cerita dari anak itu (korban), bilangnya pelaku disuruh njemput sekolah sama mamahnya. Terus dia ngikut,” ungkap Ahmad Suparno.

Pengakuan korban lagi, lanjut dia, mobil yang dipakai pelaku memiliki ciri-ciri warna abu-abu. Sedangkan dua pelaku laki-laki, satunya berambut pendek dan satunya berambut panjang sebahu mengenakan baju lorek-lorek (bergaris). Oleh Suparno, kejadian itu dilaporkan ke Lurah Tawang Mas. Sebab, AMS mengaku warga Tawang Ngaglik Lor, Kelurahan Tawangmas.

”Saya juga bingung, lalu saya telepon Lurah Tawangmas supaya dijemput,” terangnya.

Suparno menambahkan, korban sebenarnya telah janjian sama kakaknya, Yuni Kumalasari, 24, untuk dijemput pulang. Namun demikian, korban terlebih dahulu disambangi oleh pelaku sebelum kakaknya sampai di sekolah.

”Tadi (kemarin) juga bilang kalau pulang akan dijemput kakaknya. Tapi ya mungkin orang yang bawa dia lebih dulu di situ,” terangnya.

Menurut salah satu kerabat korban, warga Tawangmas, Barkah Susanto, sebelumnya ia telah mencari keberadaan korban yang tidak pulang seperti biasanya. Namun upaya pencarian tersebut tidak berhasil dan baru mendapat kabar anak tersebut berada di Jalan Madukoro.

”Tadi (kemarin) saya juga mencari ke sekolahnya juga tidak ada. Terus dapat kabar di sini. Saya ke sini jam 16.30,” terangnya.

Cerita Bohong

Sementara informasi yang diterima koran ini tadi malam, belakangan diketahui jika semua cerita korban AMS adalah bohong. Bocah SD kelas V itu ternyata hanya mengarang cerita penculikan.

Untuk memastikan keterangan AMS bohong, kakak korban, Yuni Kumalasari, tadi malam membuat surat pernyataan bermeterai. Warga Tawang Nganglik Lor RT 3 RW V Tawangmas, Semarang Barat itu menyatakan kalau informasi adanya penculikan terhadap adik kandungnya adalah cerita bohong.

”Itu cerita bohong yang dibuat adik saya dikarenakan rasa ketakutan setelah HP yang dibawa ke sekolah diamankan/disita oleh guru kelasnya,” tulis Yuni dalam surat pernyataan dengan saksi Kasi Trantib Kecamatan Semarang Barat, Babinkamtibmas Tawangmas, dan Kepalas SD Negeri Tawangmas 1.
Terpisah, Kapolsek Semarang Barat Kompol Arianto Salkeri mengatakan setelah mendapat informasi kejadian tersebut, pihaknya langsung menerjunkan anggota ke rumah AMS. ”Ternyata semua hanya cerita karangan,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here