Serapan Anggaran Capai 80 Persen

409
GEMULAI: Pementasan Tari Lengger Solasih Sanggar Satria Wonosobo memandai dibukanya peresmian proyek Pemkab Wonosobo 2016 di GOR Wonolelo Selasa (21/3). Dalam acara tersebut, juga disuguhkan wayang kulit empat dalang. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
GEMULAI: Pementasan Tari Lengger Solasih Sanggar Satria Wonosobo memandai dibukanya peresmian proyek Pemkab Wonosobo 2016 di GOR Wonolelo Selasa (21/3). Dalam acara tersebut, juga disuguhkan wayang kulit empat dalang. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo selama 2016, mampu merealisaikan 2.193 paket kegiatan fisik. Total anggaran yang terserap Rp 613 miliar. Atau, sekitar 80 persen dari total perencanaan sekitar Rp 763 miliar.

“Realisasi tersebut untuk membangun di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, sarana-prasarana umum, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, serta bidang lain yang berhubungan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” beber Asisten II Setda Pemkab Wonosobo, Amin Suradi, dalam pelaksanaan peresmian kegiatan pembangunan Kabupaten Wonosobo di GOR Indoor Desa Wonolelo, Selasa (21/3) lalu.

Amin menjelaskan, penyelenggaraan peresmian proyek pembangunan daerah Kabupaten Wonosobo 2016, sebagai ajang dan sarana seremonial peresmian. Juga sosialisasi pelaksanaan kegiatan proyek belanja langsung Pemkab Wonosobo 2016. “Cara ini juga sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan proyek belanja langsung.”

Pada tahun yang sama, menurut Amin, Pemkab mendapatkan alokasi anggaran bantuan keuangan sebesar Rp 66.209.389.000, dengan anggaran sharing Rp 1.718.974.000. Jumlah paket kegiatan 185 paket. Terbagi menjadi Bantuan Bantuan Non Sarpras dan Non-Pendidikan, Bantuan Sarana dan Prasarana, Bantuan Pendidikan, dan Operasional. Realisasi keuangan bantuan keuangan provinsi tahun 2016, sebesar Rp 57.591.670.478. Atau, sebesar 84,78 persen dengan realisasi fisik sebesar 92,56 persen. “Capaian serapan fisik dan anggaran 2016 sudah lebih baik dari 2015, di mana serapan anggarannya hanya 54,78 persen dan realisasi fisik hanya 58,09 persen.”

Bupati Eko Purnomo mengapresiasi capaian tersebut. Bupati Eko menyebut, “Semakin tinggi realisasi, jelas hal tersebut akan berimbas positif kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.” (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here