Perencanaan KB Tak Langgar Aturan Agama

310
DUKUNG KB: Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin bersama Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapatya, saat melakukan penandatanganan dalam mendukung program KB di sela kuliah umum, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG KB: Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin bersama Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapatya, saat melakukan penandatanganan dalam mendukung program KB di sela kuliah umum, kemarin. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengadakan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis yang ke-47 di Gedung Aula II Kampus III UIN Walisongo, Rabu (22/3).

Acara yang dibuka oleh Rektor UIN Walisongo, Prof Muhibbin, bertajuk revolusi mental sebagai dasar memperkuat karakter bangsa melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) guna mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Acara tersebut di hadiri kurang lebih 700 mahasiswa dari lima fakultas.

Dalam sambutannya, Muhibbin menuturkan, program KB merupakan program yang tepat untuk mengukur tingkat kesejahteraan keluarga di Indonesia. Selain itu, dapat dijadikan prediksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Sehingga program dua anak, menjadikan patokan bagi keluarga bahagia, sejahtera, lahir dan batin.

”Program KB yang digalakkan BKKBN itu tepat. Meski banyak pro dan kontra mengenai pembatasan kelahiran yang terkadang menimbulkan statement tertentu. Oleh sebab itu, tepat jika BKKBN menggandeng Universitas Islam pada khususnya untuk menyosialisasikan program tersebut sebagai pencerahan serta memahamkan masyarakat bahwa perencanaan KB tidak melanggar aturan agama,” kata Muhibbin.

Menurutnya, adanya program KB di era revolusi saat ini dirasa efektif sebagai bentuk penataan kepadatan penduduk di Indonesia. Tanpa adanya program KB, angka kelahiran semakin meningkat. Kasihan generasi penerus yang menerima imbas, jika keadaan bangsa pada segala aspek tidak segera diperbaiki.

”Oleh karenanya, UIN Walisongo menyambut baik kerja sama dengan BKKBN RI, guna menyosialisasikan serta ikut melakukan program yang terkait pemberdayaan masyarakat dengan gerakan revolusi mental,” tuturnya.

Kepala BKKBN RI Surya Chandra Surapatya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud dari pengenalan KB sejak dini, penurunan angka kelahiran penduduk, serta penguatan revolusi mental generasi muda.

Menurut Surya, program KB menjadi satu napas dalam reformasi dengan tujuan meningkatkan pembangunan di Indonesia. Sehingga, diperlukan sinergitas antara komponen pusat dan masyarakat terkait pembangunan manusia. BKKBN yang bertugas menyukseskan di antaranya tiga nawacita terkait kesejahteraan manusia, melalui gerakan revolusi mental.

”Revolusi mental itu membentuk karakter bangsa juga karakter manusia yang berintegritas, beretos kerja dan bersemangat gotong royong. Sehingga kita harus laksanakan revolusi mental berbasis Pancasila dengan melakukan komunikasi segitiga,” tegasnya. (mg29/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here