Pembangunan Kolam Renang Dihentikan

409
DISEGEL: Petugas Satpol PP Kota Magelang memasang papan penghentian pengerjaan proyek kolam renang di Jalan Cempaka. (DOK SATPOL PP KOTA MAGELANG)
DISEGEL: Petugas Satpol PP Kota Magelang memasang papan penghentian pengerjaan proyek kolam renang di Jalan Cempaka. (DOK SATPOL PP KOTA MAGELANG)

MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Magelang menghentikan pembangunan kolam renang tak berizin di Jalan Cempaka, Kelurahan Kemirirejo. Proyek yang berada di depan Kompleks Taman Kyai Langgeng ini belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana mengatakan, pihaknya telah menghentikan paksa proses pembangunan kolam renang tak berizin tersebut. Satpol sudah berkali-kali memberi peringatan pada pengembang maupun pekerja di sana agar menghentikan proses pembangunan. “Pembangunan tersebut belum berizin. Karena tetap membandel, maka terpaksa kami hentikan paksa dan kami pasang papan peringatan penghentian pembangunan,” tandas Singgih, Rabu (22/3).

Singgih menjelaskan, pengembang telah melanggar Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang bangunan gedung. Saat diberi peringatan, pengembang beralasan izin sedang dalam proses. Tapi pengerjaan proyek sudah dimulai.

Menurutnya, pengurusan IMB juga untuk memastikan keamanan dan kelayakan bangunan. Sebab, penerbitan IMB harus berdasarkan rekomendasi kajian tim Tata Ruang. “Jadi kualitas bangunan, struktur bangunan, kekuatan konstruksi dan luas perhitungan secara vertikal bisa direkomendasikan Pemkot kepada yang bersangkutan,” imbuhnya.

Setelah penyegelan ini, ia berharap pemilik segera mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu (DPMP2ST) Kota Magelang. Jika tak segera dilaksanakan, bukan tidak mungkin terjadi pembekuan.

“Kami juga minta peran masyarakat untuk melaporkan bila melihat aktivitas pembangunan saat papan segel masih terpasang. Bila pemilik masih melanggar, sanksinya akan lebih berat,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Mandor Proyek, Heru membenarkan penghentian proyek pembangunan kolam renang. “Ya karena kami disuruh berhenti oleh Satpol PP Senin (21/3) kemarin, kami berhenti. Itu anak buah saya sedang menganggur. Kami baru bekerja setelah ada perintah untuk membangun lagi,” kata Heru.

Heru mengaku tidak tahu siapa pemilik bangunan yang sedang dikerjakannya. “Saya hanya pekerja dari perusahaan kontraktor yang disuruh membangun mas,” jelas Heru. (cr3/put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here