Fraksi Golkar Walk Out Rapat Paripurna

Pemilihan Badan Kehormatan DPRD

404
BEDA PENDAPAT: Sejumlah anggota Fraksi Golkar meninggalkan ruang paripurna, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
BEDA PENDAPAT: Sejumlah anggota Fraksi Golkar meninggalkan ruang paripurna, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Magelang walk out dalam sidang paripurna internal di gedung DPRD, kemarin. Rapat membahas rotasi alat kelengkapan DPRD setempat.

Aksi walk out dilakukan saat pimpinan sidang menggelar pemilihan Badan Kehormatan. Dalam proses ini, Fraksi Golkar menginginkan dilakukan dengan cara voting tertutup. Sementara fraksi lain menyepakati voting terbuka, setelah proses musyawarah mufakat menemui jalan buntu.

Beberapa kali Fraksi Golkar mengajukan interupsi kepada pimpinan sidang, Ketua DPRD, Saryan Adi Yanto. “Mekanisme ini lebih fair dibandingkan terbuka, karena misal ada yang memilih perwakilan kami karena khawatir ketahuan, maka tidak jadi memilih,” kata Abdul Azis, anggota Fraksi Golkar.

Namun, karena mayoritas fraksi menghendaki mekanisme terbuka, maka seluruh anggota Fraksi Golkar pilih meninggalkan sidang. “Karena usulan kita tidak diterima, maka dengan berat hati kami menyatakan walk out,” kata Ketua Fraksi Golkar Sunarno.

Sedikitnya, sembilan anggota Fraksi Golkar yang merupakan gabungan partai Golkar dan PKS, keluar dari forum. Sementara itu, proses pemilihan anggota BK terus dilakukan.

Anggota BK diusulkan oleh seluruh fraksi. Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan nama Jumat, Fraksi PPP mengusulkan nama Mujadin Putu Murja, dan Fraksi Gerindra mengusulkan nama Sahid. Sedangkan Fraksi PAN mengusulkan Sonhaji, Fraksi PKB Muhammad Adib, dan Fraksi Golkar, Abdul Azis.

Dari enam nama itu, dipilih lima. Hasilnya, anggota BK terpilih adalah Mujadin Putu Murja, Jumat, M. Abdib, Sahid, dan Sonhaji. Hasil musyawarah anyar anggota BK memutuskan Jumat sebagai Ketua Badan Kehormatan.

Pengambilan keputusan dihadiri 40 anggota DPRD. Minus 9 anggota Fraksi Golkar dan seorang anggota Fraksi Gerindra yang izin berhalangan hadir. Abdul Azis yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Magelang mengatakan, pihaknya ingin menerapkan sistem yang demokratis dan fair. Sehingga menjamin kemerdekaan setiap anggota diberikan kemerdekaan memilih sesuai keinginannya. (vie/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here