Senjata Api Ilegal Dikirim lewat JNE

567
TAK BERIZIN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan barang bukti senpi ilegal dan tersangka. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERIZIN: Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menunjukkan barang bukti senpi ilegal dan tersangka. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Diduga memperdagangkan senjata api ilegal, Ladius Yunianto alias Yoes, 41, warga Sendangguwo, Tembalang terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Semarang. Pria yang bekerja sebagai penjaga toko ini ditangkap di rumahnya pada Senin (20/3) sekitar pukul 21.00 lalu. Barang bukti yang berhasil disita berupa 2 pistol blank, 7 airsoft gun, 17 plastik senapan angin, 1 pisau lipat, 9 butir peluru aktif, 5 butir peluru karet, dan 70 peluru hampa kaliber 22 milimeter serta 50 butir peluru tajam kaliber 9×9 milimeter.

Pengungkapan kasus praktik perdagangan senjata api ilegal ini bermula adanya laporan dari petugas jasa ekspedisi pesawat udara Angkasa Pura Logistik, Bandara Internasional Ahmad Yani pada Selasa (14/3) sekitar pukul 17.00 lalu. Saat itu, diinformasikan soal ditemukannya paket yang di dalamnya berisi 50 butir peluru tajam kaliber 9×9 milimeter.

”Paket amunisi kaliber 9 milimeter itu rencananya akan dikirim dari Semarang melalaui jasa ekspedisi JNE dengan alamat tujuan Jakarta, yang dikirim melalui ekspedisi penerbangan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/3).

Di kemasan paket tertulis nama pengirimnya Yoes, alamat Semarang dengan nomor telepon 081726122522. Sedianya akan dikirimkan kepada Denyardy Lucky, beralamat di Makoops I Villa Tomang Baru BLOk AD No 14, Selam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang. ”Selanjutnya pada Senin (20/3) kemarin telah berhasil diamankan pelaku pengirim amunisi tersebut,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Jogja yang masih dalam pengembangan. Perkenalan antara pelaku dan penjual hanya sebatas melalui media sosial Facebook dan belum pernah saling bertemu. ”Jadi, pelaku ini memperjualbelikan amunisi aktif dan tajam. Peruntukannya untuk senjata api. Senjata ini tidak ada izinnya semua. Harus ditertibkan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara Tersangka Yoes sendiri mengaku mendapat amunisi tersebut dari seseorang dengan nama sebutan Gundul di Jogja. Ia membeli satu boks berisi 50 butir amunisi seharga ratusan ribu rupiah. Yoes juga mengaku baru kali ini melakukan bisnis tersebut. ”Satu boks saya beli Rp 800 ribu lalu dijual Rp 1,2 juta. Kalau pistol itu barang servisan milik orang lain,” kilahnya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here