33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Senjata Api Ilegal Dikirim lewat JNE

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Diduga memperdagangkan senjata api ilegal, Ladius Yunianto alias Yoes, 41, warga Sendangguwo, Tembalang terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Semarang. Pria yang bekerja sebagai penjaga toko ini ditangkap di rumahnya pada Senin (20/3) sekitar pukul 21.00 lalu. Barang bukti yang berhasil disita berupa 2 pistol blank, 7 airsoft gun, 17 plastik senapan angin, 1 pisau lipat, 9 butir peluru aktif, 5 butir peluru karet, dan 70 peluru hampa kaliber 22 milimeter serta 50 butir peluru tajam kaliber 9×9 milimeter.

Pengungkapan kasus praktik perdagangan senjata api ilegal ini bermula adanya laporan dari petugas jasa ekspedisi pesawat udara Angkasa Pura Logistik, Bandara Internasional Ahmad Yani pada Selasa (14/3) sekitar pukul 17.00 lalu. Saat itu, diinformasikan soal ditemukannya paket yang di dalamnya berisi 50 butir peluru tajam kaliber 9×9 milimeter.

”Paket amunisi kaliber 9 milimeter itu rencananya akan dikirim dari Semarang melalaui jasa ekspedisi JNE dengan alamat tujuan Jakarta, yang dikirim melalui ekspedisi penerbangan,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (21/3).

Di kemasan paket tertulis nama pengirimnya Yoes, alamat Semarang dengan nomor telepon 081726122522. Sedianya akan dikirimkan kepada Denyardy Lucky, beralamat di Makoops I Villa Tomang Baru BLOk AD No 14, Selam Jaya, Pasar Kemis, Tangerang. ”Selanjutnya pada Senin (20/3) kemarin telah berhasil diamankan pelaku pengirim amunisi tersebut,” katanya.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Jogja yang masih dalam pengembangan. Perkenalan antara pelaku dan penjual hanya sebatas melalui media sosial Facebook dan belum pernah saling bertemu. ”Jadi, pelaku ini memperjualbelikan amunisi aktif dan tajam. Peruntukannya untuk senjata api. Senjata ini tidak ada izinnya semua. Harus ditertibkan,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara Tersangka Yoes sendiri mengaku mendapat amunisi tersebut dari seseorang dengan nama sebutan Gundul di Jogja. Ia membeli satu boks berisi 50 butir amunisi seharga ratusan ribu rupiah. Yoes juga mengaku baru kali ini melakukan bisnis tersebut. ”Satu boks saya beli Rp 800 ribu lalu dijual Rp 1,2 juta. Kalau pistol itu barang servisan milik orang lain,” kilahnya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

200 Keluarga Terentas dari Bantuan

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bupati Batang  Wihaji meluluskan 200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Acar tersebut digelar cukup unik dan meriah dengan menggelar...

Market Day Tumbuhkan Jiwa Wirausaha

RADARSEMARANG.COM - MEMPERLUAS lingkungan belajar memungkinkan siswa memiliki peluang untuk berinovasi, berkreasi serta mengaktualisasikan diri secara optimal. Selama ini, siswa dan sebagian orang tua...

Temukan 10 SKTM Palsu

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Aturan yang mengharuskan mendahulukan siswa tidak mampu walupun memiliki nilai kurang membuat masyarakat berbondong-bondong mencoba mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)...

Pameran Hometech 2017 Banjir Diskon 25-70 Persen

PAMERAN HomeTech 2017 ke-36 kalinya menampilkan ponsel pintar (smartphone) dan perangkat elektronik terkini. Pameran terbuka untuk umum sejak Rabu kemarin, 6 Desember sampai dengan...

Road Race di Jateng Semakin Bergairah

SEMARANG – Olahraga balap motor atau road race semakin bergairah di Jateng. Sepanjang 2017 ini hampir setiap pekan ada event road race yang digeber...

Kembangkan Okupansi Tambah 3 Hotel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dafam Hotel Management genap berusia 8 tahun tepat pada tanggal 7 Juli kemarin. Usia perusahaan yang masih belia dengan perjalanan yang...