Perlancar UNBK, MTsN Karangawen Sewa Genset

641
UJICOBA : Ratusan siswa MTsN Karangawen berhasil melakukan ujicoba UNBK 2017 dengan menggunakan jaringan listrik PLN maupun dengan genset. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJICOBA : Ratusan siswa MTsN Karangawen berhasil melakukan ujicoba UNBK 2017 dengan menggunakan jaringan listrik PLN maupun dengan genset. (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Demi menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017, MTs Negeri Karangawen, Kabupaten Demak, menyewa genset. Guna mengantisipasi adanya pemadaman listrik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Selain perawatan komputer, juga dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pendukung, seperti perbaikan pada Air Conditioner (AC), agar siswa tetap nyaman dan tenang dalam mengerjakan soal ujian,” kata Sie Sarpras MTs Negeri Karangawen, Istikhori kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/3) kemarin.

Kendati begitu, diakuinya, antisipasi adanya kemungkinan gangguan kelistrikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak sudah melakukan komunikasi kepada PLN agar selama pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman listrik. Namun pihak sekolah tetap mendatangkan genset sendiri.

“Kami sudah melakukan ujicoba baik menggunakan listrik PLN maupun menggunakan genset. Secara keseluruhan persiapan sudah masuk tahap final hanya kendala server dari pusat yang terkadang terjadi eror. Seperti beberapa hari lalu, program dari pusat mengalami eror hingga hampir memakan waktu sampai 5 jam menginstalnya,” ujarnya.

Sementara itu, MTs Negeri Karangawen merupakan satu-satunya sekolah menengah di kecamatan setempat yang menyelenggarakan UNBK 2017 secara mandiri dengan 221 siswa terdaftar sebagai peserta. “Setidaknya ada 8 MTs dan 1 SMP yang menyelenggarakan UNBK di Kabupaten Demak,” kata Kepala Mts Negeri Karangawen, Ali Murtadlo.

Ali murtadlo mengatakan, meskipun dalam penyelenggaraan sudah mampu berdiri sendiri, pihaknya belum bisa menjadi induk pelaksana UNBK bagi sekolah lain. Lantaran server dan CPU yang digunakaan masih terbatas dan hanya mampu memenuhi batas minimal yakni sepertiga dari jumlah peserta ujian yang terdaftar. “Setelah dilakukan pengadaan, sekolah hanya mampu 80 CPU dan server dengan pelaksanaan tiga termin,” tuturnya.

Diakuinya, banyak anggaran di sekolah yang dipangkas agar pengadaan server dan CPU terpenuhi. Selanjutnya, ruangan akan ditambah, agar pelaksanaan tahun depan dapat lebih baik lagi.

Di sisi lain, siswa cukup antusias dalam mengikuti UNBK. Disamping lebih cepat, penggunaan komputer juga lebih praktis. “Semuanya lancar, meskipun agak canggung dalam simulasi pertama sampai Log In salah,” ucap Lili Saminatun murid kelas IX B. (mg28/ida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here