Pelayanan Dokumen Kependudukan Sehari Jadi

268
CEK PELAYANAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyaksikan pelayanan kependudukan sehari jadi di Kelurahan Tlogosari Kulon, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PELAYANAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyaksikan pelayanan kependudukan sehari jadi di Kelurahan Tlogosari Kulon, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dalam satu minggu ini mulai Senin (20/3) sampai dengan Minggu (26/3) Pemkot Semarang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan pelayanan jemput bola dengan membuka layanan untuk melengkapi dokumen kependudukan yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Tlogosari Kulon.

Bahkan pelayanan bisa dibilang kilat. Langsung jadi. Artinya dalam sehari mengurus dan ditunggu, pemohon bisa langsung mendapatkan akta atau surat keterangan yang dibutuhkan. Selain itu juga gratis tanpa dikenakan denda bagi yang mengalami keterlambatan dalam pembuatan akta.

Guna melihat pelayanan, Selasa (21/3) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau langsung kegiatan di lapangan. Menurutnya kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-470 Kota Semarang. Pelayanan yang dapat dilakukan adalah pembuatan akta kelahiran, akta kematian, KK, KTP dan rekam data elektronik.

Menurut Hendi, sapaan akrabnya, lokasi-lokasi yang menurut catatan statistik, warganya masih banyak yang belum memiliki data kependudukan akan dilayani secara bergilir dari satu lokasi bergeser ke lokasi lain satu minggu-satu minggu. Hal ini untuk menjangkau warga yang belum memiliki akta kelahiran, KK, memperbarui KK, orang tuanya meninggal belum mempunyai akta kematian, maupun perekaman data e-KTP. ”Sehingga harapannya akan semakin sedikit problem mengenai data kependudukan di Kota Semarang,” tandasnya.

Selama satu minggu ini, pemkot menjamin semua pelayanan gratis dan prosesnya selesai dalam beberapa menit sehingga masyarakat bisa menunggu langsung. ”Untuk layanan akta kelahiran yang normalnya akan dikenai denda apabila masyarakat mengurusnya melebihi 60 hari kerja dan akta kematian lebih dari satu bulan, selama satu minggu pelayanan ini kami gratiskan,” tegas Kepala Dispendukcapil, Mardiyanto, sembari menambahkan selain di Tlogosari Kulon, pelayanan serupa juga dilakukan di Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Wali kota berharap minimal setengah dari jumlah warga yang belum memiliki dokumen kependudukan bisa diselesaikan melalui layanan jemput bola ini. ”Inilah bukti komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Hendi.

Warga masyarakat di Kelurahan Tlogosari Kulon, Semarang pun antusias mengurus dokumen melalui pelayanan langsung jadi tersebut. Salah satunya adalah Hari Mardika, warga Tlogosari Kulon RT 5 RW 17. Dirinya mengungkapkan pelayanan dokumen kependudukan langsung jadi ini sangat memudahkan warga, menghemat waktu, sangat efisien, dan tidak perlu menunggu selama berminggu-minggu. ”Setengah jam sudah langsung jadi. Sebelumnya pernah ngurus 1-2 minggu. Harapannya bisa dilanjutkan di kelurahan lain serta kecamatan lainnya,” kata Hari. (zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here