33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Menilik Kreativitas Lewat Lomba Masakan Khas Kota Wali

Caos Dahar Lorogending Makanan Kesukaan Sunan Kalijaga

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Ada yang menarik di Pendopo Kabupaten Demak, Jalan Kiai Singkil, Kota Demak, kemarin. Di area gedung utama pertemuan itu banyak berdiri meja yang di atasnya tersaji berbagai macam makanan khas Kota Wali. Di antaranya adalah makanan caos dahar Lorogeding makanan kesukaan Sunan Kalijaga.

DEMAK, Wahib Pribadi

MAKANAN caos dahar Lorogeding makanan kesukaan Sunan Kalijaga yang disajikan Setda Pemkab Demak ini, turut dilombakan dalam acara tersebut. Lomba yang dibuka Kabag Pemerintahan Umum, Edi Suntoro tersebut diikuti 47 organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dari 14 kecamatan.

Menurut Edi, lomba ini digelar untuk memperkenalkan kembali keanekaragaman kuliner masakan khas Demak. Selain itu, melestraikan dan menanamkan rasa cinta pada makanan lokal. Makanan yang tersaji dinilai dari sisi kekhasan masakan yang menyatu dalam sistem sosial budaya masyarakat setempat. Kemudian, cita rasa dan kandungan gizi serta cara penyajian. Untuk cara penyajian ini, termasuk menghindarkan wadah makanan dari kontaminasi bakteri. “Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian HUT Demak ke-514,” katanya.

Tim penilai adalah Ketua PKK Ny Suntari, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Nani Amrin, SKM, MKes dan lainnya. Kabag Humas Pemkab Demak, Endah Cahya Rini mengatakan bahwa makanan Lorogending yang disajikan dari Setda menjadi perhatian khusus dalam lomba tersebut. Sebab, makanan ini mengandung nilai sejarah kewalian.

“Makanan Lorogending ini menjadi sajian wajib bagi warga Kelurahan Kadilangu saat ada selamatan atau kenduri. Sedangkan, arti caos dahar merupakan bahasa kromo inggil yang berarti memberi makan,” katanya.

Menu Lorogending terdiri atas nasi golong (bentuk bulat) dibungkus daun pisang. Kemudian, dilengkapi dengan urap daun mengkudu (pace), trancam berbahan dasar terong dan kacang panjang. Ada sayur bening, daun kelor dan bubuk kedelai. Sedangkan, lauknya ikan gereh petek, lele dan ingkung ayam jago.

Nasi golong mengandung makna, manunggaling kawula gusti (bersatunya makhluk dengan sang Khalik). Sedangkan, urap mengkudu diartikan agar makhluk dapat menyatu dengan Sang khalik. Karena itu, suka atau tidak suka, wajib melaksanakan semua gending (irama) kehidupan baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Bubuk kedelai punya makna sebagai manusia harus bisa mengurangi tidur serta berani melakukan tirakat (lelaku prihatin) untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

“Adapun makna lauk gereh adalah, rakyat kecil harus tetap memiliki semangat untuk berbakti pada negara. Sedangkan, ikan lele sebagai simbol aktif bergerak sehingga aparat harus kuat walaupun dalam keadaan kekurangan,” katanya.

Kemudian, ingkung ayam jago menjadi simbol kekuatan besar bagi pemimpin yang harus benar-benar jago. “Untuk minuman jasre atau jahe, sereh dan gula merah dimaksudkan sebagai penghangat tubuh sekaligus pelengkap makanan caos dahar,” ujarnya.

Dalam lomba ini, juara 1 diraih PDAM, juara 2 RSUD Sunan Kalijaga, juara 3 Kecamatan Mijen. Juara harapan 1 BPBD, harapan 2 Satpol PP dan harapan 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...