Jalan Ambles, Bahayakan Siswa

256
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jalan depan SDN 3 Sukorejo, Gunungpati yang ambles sedalam satu meter lebih. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jalan depan SDN 3 Sukorejo, Gunungpati yang ambles sedalam satu meter lebih. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jalan di depan SD Negeri 3 Sukorejo, Gunungpati, Semarang ambles sedalam satu meter lebih. Dari lebar jalan sekitar 3 meter, hanya tersisa sekitar satu meter. Praktis, jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Padahal jalan ini menjadi akses penting warga.

”Kondisinya demikian. Sekarang orang tua murid mulai khawatir, setiap berangkat atau pulang lebih banyak orang tua yang jemput anaknya karena takut terperosok jatuh, apalagi di sisi jalan kan Kali Geribik,” ujar Kepala SDN 3 Sukorejo, Sri Hastuti, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/3).

Dikatakan, setiap hujan deras mengguyur, jalan di dekat aliran Kali Geribik ini semakin ambles dan longsor. Apalagi bronjong yang sudah dipasang di tepi jalan juga sudah hanyut terbawa air sungai. Kondisi ini jelas membahayakan para siswa setempat lantaran pintu gerbang sekolah tepat di dekat jalan yang ambles tersebut.

Karena kondisi itu, lanjut Sri, para guru setempat harus lebih ekstra mengawasi siswa-siswinya, baik saat berangkat, istirahat, maupun pulang sekolah. Bahkan, pihaknya berencana memindahkan pintu gerbang sekolah ke posisi yang dinilai lebih aman.

Alhamdulillah selama ini belum ada kejadian karena jalan ambles itu. Jangan sampai Mas! Sementara ini saya sudah melapor ke Kecamatan Gunungpati dan Pak Bunyamin (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Red). Kemudian Pak Bunyamin langsung menelepon ke Dinas Pekerjaan Umuma,” akunya.

Dia berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang segera memperbaiki jalan tersebut. Dengan kondisi jalan yang persis di pinggir sungai, perlu dibuatkan talut untuk menyangga jalan serta, menahan hantaman aliran sungai.

Lurah Sukorejo, Dwiyanto, juga mengharapkan adanya pemasangan penanda tanah ambles sementara seperti police line dari kepolisian agar pengguna jalan yang melintas aman. ”Itu kan sudah dipasangi patok bambu sebagai tanda, tapi tidak terlalu terlihat. Alangkah baiknya, karena tadi saya juga dapat saran agar diberi police line. Kalau malam jalan minim penerangan juga,” ujar Dwiyanto.

Dwiyanto menjelaskan, kondisi tanah retak sudah terlihat sejak tiga bulan lalu. Hingga pada minggu lalu, jalan mulai ambles. Hingga kini, lanjut dia, setiap hujan tanah semakin ambles meskipun sudah diberi penahan bambu yang ditancapkan berjajar di bahu jalan.

”Untuk tindak lanjutnya, saya laporan ke kecamatan. Dari kecamatan juga sudah saya teruskan ke Kepala Dinas PU, Pak Iswar Aminudin. Hanya saja, bagaimana tidak lanjutnya, itu tanggung jawab Dinas PU,” katanya. (mg30/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here