33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Jalan Ambles, Bahayakan Siswa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Jalan di depan SD Negeri 3 Sukorejo, Gunungpati, Semarang ambles sedalam satu meter lebih. Dari lebar jalan sekitar 3 meter, hanya tersisa sekitar satu meter. Praktis, jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Padahal jalan ini menjadi akses penting warga.

”Kondisinya demikian. Sekarang orang tua murid mulai khawatir, setiap berangkat atau pulang lebih banyak orang tua yang jemput anaknya karena takut terperosok jatuh, apalagi di sisi jalan kan Kali Geribik,” ujar Kepala SDN 3 Sukorejo, Sri Hastuti, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/3).

Dikatakan, setiap hujan deras mengguyur, jalan di dekat aliran Kali Geribik ini semakin ambles dan longsor. Apalagi bronjong yang sudah dipasang di tepi jalan juga sudah hanyut terbawa air sungai. Kondisi ini jelas membahayakan para siswa setempat lantaran pintu gerbang sekolah tepat di dekat jalan yang ambles tersebut.

Karena kondisi itu, lanjut Sri, para guru setempat harus lebih ekstra mengawasi siswa-siswinya, baik saat berangkat, istirahat, maupun pulang sekolah. Bahkan, pihaknya berencana memindahkan pintu gerbang sekolah ke posisi yang dinilai lebih aman.

Alhamdulillah selama ini belum ada kejadian karena jalan ambles itu. Jangan sampai Mas! Sementara ini saya sudah melapor ke Kecamatan Gunungpati dan Pak Bunyamin (Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Red). Kemudian Pak Bunyamin langsung menelepon ke Dinas Pekerjaan Umuma,” akunya.

Dia berharap pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang segera memperbaiki jalan tersebut. Dengan kondisi jalan yang persis di pinggir sungai, perlu dibuatkan talut untuk menyangga jalan serta, menahan hantaman aliran sungai.

Lurah Sukorejo, Dwiyanto, juga mengharapkan adanya pemasangan penanda tanah ambles sementara seperti police line dari kepolisian agar pengguna jalan yang melintas aman. ”Itu kan sudah dipasangi patok bambu sebagai tanda, tapi tidak terlalu terlihat. Alangkah baiknya, karena tadi saya juga dapat saran agar diberi police line. Kalau malam jalan minim penerangan juga,” ujar Dwiyanto.

Dwiyanto menjelaskan, kondisi tanah retak sudah terlihat sejak tiga bulan lalu. Hingga pada minggu lalu, jalan mulai ambles. Hingga kini, lanjut dia, setiap hujan tanah semakin ambles meskipun sudah diberi penahan bambu yang ditancapkan berjajar di bahu jalan.

”Untuk tindak lanjutnya, saya laporan ke kecamatan. Dari kecamatan juga sudah saya teruskan ke Kepala Dinas PU, Pak Iswar Aminudin. Hanya saja, bagaimana tidak lanjutnya, itu tanggung jawab Dinas PU,” katanya. (mg30/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sepuluh RS Miliki Sertifikat Syariah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 10 rumah sakit (RS) di Indonesia, saat ini telah mendapatkan sertifikat syariah tingkat nasional. Selain itu, ada 12 RS yang masih dalam...

Bupati Apresiasi Pengelolaan BPDAPM  

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Selain lembaga keuangan umum yang banyak memberikan layanan kepada masyarakat, ternyata ada sejenis lembaga lain, yaitu lembaga keuangan Badan Pengelolaan Dana Amanah...

Masyarakat Ingin Informasi Lebih Terbuka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar lima komisioner di Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jateng yang terpilih benar-benar amanah dan bekerja maksimal. Sebab, ke depan...

KSP Mitradana Disegel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah dinyatakan pailit oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana yang memiliki kantor di Semarang...

Siswa SMP 1 Juara Olimpiade Geografi

SALATIGA - Dua siswa SMP N 1 Kota Salatiga berhasil meraih juara 1 dalam Olimpade Geografi Nasional 2017 tingkat SMP yang dilaksanakan di Universitas...

Puas Snorkling Asyik di Takak Sendok

RADARSEMARANG.COM-Jangan lewatkan snorkling di Takak Sendok kalau anda sedang berwisata di Karimunjawa, Jepara. Lokasinya di dekat pulau Menjangan Kecil. Tidak sampai setengah jam perjalanan...