29 Jukir Liar Diamankan

271
DIBINA: Puluhan juru parkir liar yang diamankan di Mapolsek Semarang Tengah mendapat pengarahan dari petugas Dishub dan kepolisian. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DIBINA: Puluhan juru parkir liar yang diamankan di Mapolsek Semarang Tengah mendapat pengarahan dari petugas Dishub dan kepolisian. (Agus Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sebanyak 29 orang juru parkir (jukir) liar yang ada di wilayah hukum Polsek Semarang Tengah diamankan polisi. Rata-rata mereka tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
Mereka yang diamankan langsung dibawa ke Mapolsek Semarang Tengah untuk mendapat pembinaan. Mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak menjalankan profesinya sebelum mengantongi izin atau KTA resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

”Ada 29 jukir yang kita amankan karena banyak yang tidak punya izin dan mengatur parkir di tempat larangan,” ungkap Koordinator Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Kota Semarang Purnomo di Mapolsek Semarang Tengah Selasa (21/3).

Menurut Purnomo, keberadaan jukir liar membuat arus lalu lintas terganggu. Sebab, para jukir tersebut condong mengatur parkir di kawasan larangan. Terlebih para jukir liar ini menarik tarif tidak sesuai aturan. ”Kami banyak menerima komplain dari masyarakat mengenai tarif parkir yang tidak sesuai perda. Di mana aturan dalam Perda, untuk tarif roda dua Rp 1.000 dan roda empat Rp 2.000. Jadi banyak sekali jukir yang melakukan pelanggaran, roda dua Rp 2.000 roda empat Rp 4.000,” jelasnya.
Pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada para jukir yang melakukan pelanggaran maupun merugikan pemilik kendaraan yang parkir. ”Sanksi tegas tetap ada. Kalau masih melakukan pelanggaran secara berulang-ulang akan dilakukan pencabutan izin,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Panit Lantas Polsek Semarang Tengah Kuspriyanto menyampaikan kepada para jukir ikut membantu kelancaran lalu lintas jalan. Pihaknya juga berharap kepada para jukir tidak mengatur parkir di kawasan larangan.
”Karena tempat larangan itu sangat mengganggu kelancaran lalu lintas. Kami juga mengimbau kepada juru parkir supaya betul-betul menjaga kendaraan yang terparkir. Karena sekarang ini marak aksi kejahatan pecah kaca,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here