Upaya Tim Klaster Jadikan Bukit Sikunci sebagai Destinasi Wisata

Punya Spot Bagus, Layak untuk Camping

464
KLASTER WISATA: Para perempuan asal Desa Pulosaren mengikuti pelatihan keterampilan untuk menunjang program desa wisata. (Ahmad Zainudin/Radar Kedu)
KLASTER WISATA: Para perempuan asal Desa Pulosaren mengikuti pelatihan keterampilan untuk menunjang program desa wisata. (Ahmad Zainudin/Radar Kedu)

Tim klaster pariwisata berbasis Desa Wisata Kabupaten Wonosobo, menggelar pelatihan keterampilan. Pesertanya, 20 perempuan Desa Pulosaren. Upaya ini ditempuh untuk mendorong perempuan setempat agar tergerak memaksimalkan potensi desa.

UNTUK diketahui, Desa Pulosaren masih menyandang gelar sebagai desa termiskin di Wonosobo. Kendati demikian, menurut klaster pariwisata berbasis desa wisata, Desa Pulosaren memiliki kekayaan alam dan kuliner yang khas. Bermodalkan keduanya, desa tersebut pantas diproyeksikan menjadi desa wisata.

“Selain alamnya mendukung, juga memiliki kekayaan kuliner yang khas,” ungkap Ketua Klaster, Agus Dwiyono, saat ditemui di sela pelatihan, belum lama ini

Cita-cita mewujudkan desa wisata, lanjut Agus, bukan hal yang muluk-muluk. Dengan adanya peran aktif perempuannya—serta support dari para pemangku kepentingan—Agus optimistis, Pulosaren bisa berkembang menjadi destinasi wisata yang diminiati.

Kata Agus, Tim Klaster sengaja menggandeng Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melatih kaum perempuan selama dua hari. Materinya, strategi pengelolaan desa wisata dan ekonomi kreatif. “Materi yang diberikan lebih kepada praktik untuk menghasilkan aneka produk kerajinan dan kuliner khas lokal.”

Selain itu, peserta dirangsang mengenali potensi wisata terdekat mereka, yaitu Bukit Sikunci. Kawasan perbukitan yang masih alami dan memiliki panorama indah itu akan lebih menarik jika dipoles dan dipromosikan secara serius. “Saya yakin, wisawatan akan betah berlama-lama di Bukit Sikunci. Udaranya sejuk dan mampu merelaksasi siapapun yang berkunjung.”

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Juanedi, menyampaikan, pelatihan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya masyarakat setempat. “Terpenting adalah menjaga semangat mereka agar setiap ada waktu senggang memiliki kegiatan positif bernilai ekonomis.”

Pantauan koran ini, Bukit Sikunci sudah mulai diminati masyarakat sekitar area Kepil untuk berwisata. Selain ada spot bagus untuk foto, lokasi yang datar di dekat sungai, kerap digunakan untuk camping keluarga.

“Saya baru saja wisata ke sana bareng keluarga. Buat gelaran (makan bareng bawa dari rumah) dan bukak dum. Cuma nggak sampai malam,” aku Irma Afwana, warga Beran Kepil. (zain zainudin/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here