Tiga Anak Dipekerjakan Jadi Terapis

Manajer Spa Oriental Ditangkap

543
EKSPLOITASI ANAK: Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova saat menginterogasi tersangka Muchamad Soleh di Mapolda Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EKSPLOITASI ANAK: Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova saat menginterogasi tersangka Muchamad Soleh di Mapolda Jateng, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Manajer tempat kebugaran Spa Oriental (Spa O) di sebuah ruko di Jalan MT Haryono Semarang ditangkap aparat Polda Jateng. Pria bernama Muchamad Soleh, 47, warga Desa Penganten Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan itu ditangkap atas tuduhan kasus eksploitasi anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai terapis pijat.

Penangkapan ini berawal saat dilakukan penggerebekan oleh petugas Subdirektorat IV/Ramaja Anak-Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jateng di tempat tersebut pada Rabu (8/3) sekitar pukul 17.00 lalu. Saat itu, petugas mendapati tiga perempuan di bawah umur yang dipekerjakan sebagai terapis pijat.

”Pelaku berinisial MS, manajer sebagai pengelola Spa O yang ada Jalan MT Haryono,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (20/3).

Dia mengatakan, penggerebekan dilakukan berawal dari adanya informasi dari masyarakat tentang adanya anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai terapis di tempat tersebut. Petugas pun melakukan penyelidikan, hingga mendapati tiga pekerja perempuan di bawah umur.

”Korban ada tiga orang yang dipekerjakan sebagai terapis pijat. Masing-masing berinisial SK, DSD, dan SH yang ketiganya merupakan warga Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,” bebernya.
Modus yang dilakukan tersangka dalam tindak pidana ini adalah menawarkan kepada pengunjung layanan berupa pemijatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Sedangkan korban mendapat bayaran per sesi. ”Mereka dipekerjakan dengan bayaran sebesar Rp 20 ribu per sesi pemijatan,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 76 jo pasal 88 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 2 jo pasal 17 UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. ”Tersangka dan sudah kita tahan. Kita proses sidik (penyidikan),” tegasnya.
Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti di lokasi penggerebekan berupa satu lembar KTP korban. Selain itu, juga satu lembar print out billing atau nota. Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif memberikan informasi kepada aparat terkait kasus ini. ”Informasi ini untuk menyelamatkan anak-anak di bawah umur agar tidak menjadi korban eksploitasi dan tindak pidana seksual,” katanya. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here