33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Tak Sekadar Trabas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sekitar 500 pengendara motor trail dari sejumlah komunitas trabas di Jateng berkumpul di Desa Trisobo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Minggu (19/3). Mereka mencoba menaklukan trek yang cukup ekstrem yang terhampar di lahan milik perhutani di wilayah setempat.

Panitia Kegiatan, Teguh SP menjelaskan, komunitas trabas yang digandeng Viar tersebut tak hanya melampiaskan hobi trail. Mereka juga menggelar bakti sosial (baksos). Setiap peserta yang terlibat, berhak mendonasikan Rp 50 ribu atau lebih. Uang yang terkumpul, akan digunakan untuk membantu pembangunan mushola di Desa Trisobo.  “Yang terkumpul Rp 18,981 juta. Semua diberikan untuk membangun mushola. Panitia tidak mengambil sepeser pun,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela acara.

Dijelaskan, komunitas trabas sengaja merangkul Viar lantaran bisa mewadahi aksi. Apalagi, mereka juga punya misi sosial untuk membantu masyarakat yang dikemas dalam corporate social responsibility (CSR).  “Apalagi Viar punya kerjasama dengan Perum Perhutani. Terabas ini kan menggunakan trek milik Perum Perhutani,” jelasnya.

Area Marketing Manager Viar Jateng Utara dan Kalimantan, Dwiyanto menambahkan, komunitas tidak melulu mencari kesenangan saja. Mereka mulai memikirkan baksos. Mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, atau pembangunan fasilitas umum (fasum), salah satunya tempat ibadah.

Menurutnya, ada sejumlah tempat ibadah yang pembangunannya tersendat. “Nah, Viar dan teman-teman komunitas trabas, berkomitmen untuk terjun dalam hal kepedulian sosial,” tegasnya. Dijelaskan, baksos ini bukan agenda rutin. Hanya digelar ketika ada yang butuh uluran tangan saja. “Jadi sifatnya spontanitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Ridwan berharap, baksos ini bisa mempererat tali persaudaraan antar pecinta trabas. Mengemas hobi tak sekadar hura-hura, tapi juga membantu masyarakat.

Kegiatan sosial ini cukup menarik bagi anggota trabas. Terbutki, sejumlah pengendara dari Wonosobo dan Purbalingga rela bertandang jauh-jauh ke Desa Trisobo untuk berpartisipasi dalam baksos ini. “Untuk rutenya, kira-kira 45 kilometer. Tingkatnya selang-seling. Fun-ekstrim-fun-ekstrim. Biar nggak sepaneng,” jelasnya. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gerindra Nilai Polisi Over Acting

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPD Gerindra Jateng menyayangkan aksi polisi berseragam Brimob yang dinilai terlalu over acting. Sebab, dalam dua hari terakhir sejumlah personel Brimob datang dengan...

Mati Darurat

Di mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa, apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda. Persoalannya: Seberapa sering. Seberapa luas. Seberapa lama. Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi listrik...

Dorong PAW KPU-Bawaslu

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng diminta segara mencari pengganti personel yang diangkat menjadi anggota penyelenggara pemilu di...

Pulihkan Kondisi Dua Anak Telantar

DEMAK- Bupati HM Natsir dan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan  menjenguk dua anak yang sebelumnya diduga ditelantarkan Panti Asuhan Al Hajar, Desa Karangmlati, Kecamatan...

Nikmatnya Noodel Laksa Singapura

SINGAPURA dan Indonesia memiliki menu kuliner yang tak jauh berbeda. Beberapa olahannya memiliki kesamaan yang mengandalkan kesegaran bahan, serta perpaduan bumbu rempah yang beraneka...

Baru 20 Pedagang, Ribet Ngurus ke Kantor

Jumlah pedagang di Pasar Rejowinangun yang telah mengantongi Surat Izin Tempat Usaha (SITU) hanya 20 pedagang, dari total keseluruhan pedagang sebanyak 3.450 orang. Mengapa? KEPALA...