Tak Sekadar Trabas

2115
SEKALIGUS BAKSOS: Kapolsek Boja, AKP Winarno ketika melepas 500 pengendara trabas saat acara baksos di Desa Trisobo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEKALIGUS BAKSOS: Kapolsek Boja, AKP Winarno ketika melepas 500 pengendara trabas saat acara baksos di Desa Trisobo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sekitar 500 pengendara motor trail dari sejumlah komunitas trabas di Jateng berkumpul di Desa Trisobo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Minggu (19/3). Mereka mencoba menaklukan trek yang cukup ekstrem yang terhampar di lahan milik perhutani di wilayah setempat.

Panitia Kegiatan, Teguh SP menjelaskan, komunitas trabas yang digandeng Viar tersebut tak hanya melampiaskan hobi trail. Mereka juga menggelar bakti sosial (baksos). Setiap peserta yang terlibat, berhak mendonasikan Rp 50 ribu atau lebih. Uang yang terkumpul, akan digunakan untuk membantu pembangunan mushola di Desa Trisobo.  “Yang terkumpul Rp 18,981 juta. Semua diberikan untuk membangun mushola. Panitia tidak mengambil sepeser pun,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela acara.

Dijelaskan, komunitas trabas sengaja merangkul Viar lantaran bisa mewadahi aksi. Apalagi, mereka juga punya misi sosial untuk membantu masyarakat yang dikemas dalam corporate social responsibility (CSR).  “Apalagi Viar punya kerjasama dengan Perum Perhutani. Terabas ini kan menggunakan trek milik Perum Perhutani,” jelasnya.

Area Marketing Manager Viar Jateng Utara dan Kalimantan, Dwiyanto menambahkan, komunitas tidak melulu mencari kesenangan saja. Mereka mulai memikirkan baksos. Mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana alam, atau pembangunan fasilitas umum (fasum), salah satunya tempat ibadah.

Menurutnya, ada sejumlah tempat ibadah yang pembangunannya tersendat. “Nah, Viar dan teman-teman komunitas trabas, berkomitmen untuk terjun dalam hal kepedulian sosial,” tegasnya. Dijelaskan, baksos ini bukan agenda rutin. Hanya digelar ketika ada yang butuh uluran tangan saja. “Jadi sifatnya spontanitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Ridwan berharap, baksos ini bisa mempererat tali persaudaraan antar pecinta trabas. Mengemas hobi tak sekadar hura-hura, tapi juga membantu masyarakat.

Kegiatan sosial ini cukup menarik bagi anggota trabas. Terbutki, sejumlah pengendara dari Wonosobo dan Purbalingga rela bertandang jauh-jauh ke Desa Trisobo untuk berpartisipasi dalam baksos ini. “Untuk rutenya, kira-kira 45 kilometer. Tingkatnya selang-seling. Fun-ekstrim-fun-ekstrim. Biar nggak sepaneng,” jelasnya. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here