Pabrik Tahu Rata dengan Tanah

375
LUDES: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo sedang mendokumentasikan kerusakan rumah dan pabrik tahu milik Saefudin. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)
LUDES: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo sedang mendokumentasikan kerusakan rumah dan pabrik tahu milik Saefudin. (AHMAD ZAINUDIN/RADAR KEDU)

WONOSOBO—Api menghanguskan sebuah pabrik tahu berikut rumah hunian milik Saefudin warga Dusun Sambek RT 03 RW 04, Kelurahan Sambek, Kecamatan Wonosobo, Senin (20/3) dini hari. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh api di kompor penggorengan yang tiba-tiba membesar.

“Kebetulan dekat kompor ada banyak kayu bakar yang numpuk. Api menjalar ke kayu-kayu itu kemudian membesar,” terang adik korban, Ahmad Taufik.

Kebakaran ini tidak sampai menelan korban jiwa. Pasalnya, rumah yang terbakar itu hanya dihuni oleh Saefudin seorang diri. Dan saat kebakaran terjadi, Saefudin belum tidur sehingga langsung lari menyelamatkan diri.

Kendati tidak sampai merenggut korban jiwa, kebakaran itu membuat Saefudin menanggung kerugian materiil cukup besar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Rumah serta unit usaha satu-satunya ludes. Sekitar seratusan juta mungkin total kerugiannya,” ucap Taufik.

Kebakaran berlangsung sekitar 2 jam. Api mulai terlihat membumbung sekitar pukul 02.00 WIB dan baru padam pukul 04.00 WIB. Beruntung, saat kebakaran terjadi, masih banyak warga yang terjaga dan mencegah api merembet ke rumah lain.

“Karena api kadung besar, yang dilakukan warga hanya merobohkan tembok rumah supaya tidak merembet ke rumah yang lain,” ujarnya.

Warga setempat, Rohmat menambahkan, jalan kampung yang sempit menyulitkan mobil pemadam kebakaran menjangkau lokasi. Sebagai alternatif, petugas terpaksa membentangkan selang sepanjang 150 meter agar bisa menyemprotkan air. Setelah berjuang selama setengah jam, api baru bisa dipadamkan.

“Petugas damkar sampai sini sekitar 03.30 WIB. Tak lama kemudian api bisa mati total,” katanya.

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo berjanji akan mencarikan solusi terkait mobil pemadam kebakaran yang sering kesulitan menjangkau permukiman penduduk yang sempit. “Kalau harus buat jalan lebar di tengah kampung kayaknya sulit. Yang paling mungkin dengan menyediakan mobil damkar ukuran kecil. Terkait itu, akan kita upayakan,” ucapnya usai menyerahkan bantuan kepada pihak korban kemarin.

Bangunan rumah dan pabrik seluas 10 x 9 meter tersebut seluruhnya rata dengan tanah. Di dekat rumah yang terbakar, ada tiga rumah yang berdekatan. Rumah sebelah barat, milik Hadi Wahono nyaris terbakar dan terlihat hitam di bagian sudut atapnya. Satu rumah di bagian utara, rumah milik Taufik, ada 2 kandang yang ikut terbakar. Sementara bagian selatan, terdapat satu rumah yang tidak tersentuh api karena terbuat dari tembok. (cr2/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here