33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Komplotan Palembang Jarah 15 Tempat

Satu Pelaku Dikirim ke Polres Pekalongan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Komplotan kejahatan pecah kaca yang dikenal sebagai kelompok asal Palembang diringkus aparat Polrestabes Semarang. Kelompok beranggotakan lima orang pelaku ini, sudah menjarah sebanyak 15 lokasi di Jawa Tengah. Namun empat pelaku berhasil diringkus dengan hadiah timah panas di bagian kakinya.

Para pelaku tersebut adalah Rosidi, 32, warga Kelurahan Jua Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir; Riko, 31, warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir; dan Saleh, 43, warga Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Kayu agung, Ogan Komering Ilir.

Sedangkan terakhir beraksi, komplotan ini melakukan kejahatan pecah kaca mobil di depan Bank BTN, Jalan Prof Soedarto, Tembalang pada Sabtu (4/3) kemarin. Pelaku memecah kaca mobil Honda Jazz milik Anang Mohamad Legowo, dan membawa kabur tas berisi laptop.

“Modus pelaku dengan cara melempar kaca mobil menggunakan pecahan keramik warna putih yang ada pada busi kendaraan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/3) kemarin.

Para pelaku juga melakukan aksi dengan cara berpindah-pindah dan memiliki peran berbeda-beda. Mereka juga memantau mobil yang akan dijadikan target. Bahkan, di Jawa Tengah, mereka telah beraksi hingga belasan kali di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Pati, Banyumas, Pekalongan, Boyolali, Salatiga, Klaten, dan wilayah Polda Jogjakarta.

“Komplotan ini beraksi lintas kota lintas provinsi. Tercatat ada 15 TKP di wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Di Semarang ada 3 TKP. Mereka ini mobile, tidak menetap. Setiap kali beraksi, mereka sebelumnya menginap di hotel,” tegasnya.

Usai beraksi, komplotan ini mengirimkan barang ke rekan mereka di Palembang. Di sana ada anggota kelompok yang menjualkan barang. Polisi saat ini masih memburu satu orang anggota komplotan yang berusaha kabur. Sedangkan satu dari tiga pelaku diserahkan ke Polres Pekalongan lantaran terlibat kejahatan di wilayah tersebut. “Satu pelaku (Indra) kami kirim ke Polres Pekalongan, karena terlibat di wilayah hukum Polres Pekalongan,” katanya.

Sementara, pelaku Rosidi yang berperan sebagai eksekutor mengaku, hasil curian tersebut tak lantas dijual, namun dikirim ke Palembang. Barang kejahatan yang didapat dijual di tempat asal mereka dan hasilnya dibagi rata. “Motor yang buat aksi, kami beli di Jogjakarta seharga Rp 8 juta dan satu motor lagi milik teman. Kalau laptop laku antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, lalu dibagi rata hasilnya,” katanya.

Saat ini, tiga pelaku ditahan di Mapolrestabes Semarang. Mereka diancam pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5, KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan hukuman 9 tahun penjara. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...