Komplotan Palembang Jarah 15 Tempat

Satu Pelaku Dikirim ke Polres Pekalongan

450
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memeriksa para tersangka saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/3) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memeriksa para tersangka saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/3) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Komplotan kejahatan pecah kaca yang dikenal sebagai kelompok asal Palembang diringkus aparat Polrestabes Semarang. Kelompok beranggotakan lima orang pelaku ini, sudah menjarah sebanyak 15 lokasi di Jawa Tengah. Namun empat pelaku berhasil diringkus dengan hadiah timah panas di bagian kakinya.

Para pelaku tersebut adalah Rosidi, 32, warga Kelurahan Jua Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir; Riko, 31, warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir; dan Saleh, 43, warga Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Kayu agung, Ogan Komering Ilir.

Sedangkan terakhir beraksi, komplotan ini melakukan kejahatan pecah kaca mobil di depan Bank BTN, Jalan Prof Soedarto, Tembalang pada Sabtu (4/3) kemarin. Pelaku memecah kaca mobil Honda Jazz milik Anang Mohamad Legowo, dan membawa kabur tas berisi laptop.

“Modus pelaku dengan cara melempar kaca mobil menggunakan pecahan keramik warna putih yang ada pada busi kendaraan,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/3) kemarin.

Para pelaku juga melakukan aksi dengan cara berpindah-pindah dan memiliki peran berbeda-beda. Mereka juga memantau mobil yang akan dijadikan target. Bahkan, di Jawa Tengah, mereka telah beraksi hingga belasan kali di antaranya Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Pati, Banyumas, Pekalongan, Boyolali, Salatiga, Klaten, dan wilayah Polda Jogjakarta.

“Komplotan ini beraksi lintas kota lintas provinsi. Tercatat ada 15 TKP di wilayah Jawa Tengah dan Jogjakarta. Di Semarang ada 3 TKP. Mereka ini mobile, tidak menetap. Setiap kali beraksi, mereka sebelumnya menginap di hotel,” tegasnya.

Usai beraksi, komplotan ini mengirimkan barang ke rekan mereka di Palembang. Di sana ada anggota kelompok yang menjualkan barang. Polisi saat ini masih memburu satu orang anggota komplotan yang berusaha kabur. Sedangkan satu dari tiga pelaku diserahkan ke Polres Pekalongan lantaran terlibat kejahatan di wilayah tersebut. “Satu pelaku (Indra) kami kirim ke Polres Pekalongan, karena terlibat di wilayah hukum Polres Pekalongan,” katanya.

Sementara, pelaku Rosidi yang berperan sebagai eksekutor mengaku, hasil curian tersebut tak lantas dijual, namun dikirim ke Palembang. Barang kejahatan yang didapat dijual di tempat asal mereka dan hasilnya dibagi rata. “Motor yang buat aksi, kami beli di Jogjakarta seharga Rp 8 juta dan satu motor lagi milik teman. Kalau laptop laku antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, lalu dibagi rata hasilnya,” katanya.

Saat ini, tiga pelaku ditahan di Mapolrestabes Semarang. Mereka diancam pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5, KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan hukuman 9 tahun penjara. (mha/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here