Dua Pelaku Ganjal ATM Dibekuk

982
DIPERIKSA : Dua pelaku Ganjal ATM yang tertangkap dan sempat dimassa sedang diperiksa di Mapolsek Buaran secara intensif. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Dua pelaku Ganjal ATM yang tertangkap dan sempat dimassa sedang diperiksa di Mapolsek Buaran secara intensif. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Dua dari tiga pelaku kejahatan dengan modus Ganjal ATM dengan batang korek api lintas kota berhasil dibekuk anggota Polsek Buaran. Pelaku Henry, 40, dan Sobri, 38, yang mengaku warga Palembang, hampir jadi bulan-bulanan warga. Karena sempat terjatuh akibat menabrak anggota Polisi setempat yang sedang bertugas, Senin (20/3) kemarin.

Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Kristanto mengatakan bahwa dua pelaku berhasil ditangkap anggota namun satu pelaku lainnya berhasil lolos. “Para pelaku merupakan pemain lama dan sangat profesional. Masing-masing berbagi peran dalam mengelabui mangsanya,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Buaran.

Diungkapkan Wakapolres, modus pelaku adalah mengganjal lubang ATM dengan batang korek api. Lalu memasang stiker nomor palsu yang bisa dihubungi agar korban menelpon nomor tersebut.

Kejadiannya berlangsung pada Senin (20/3) sekitar pukul 06.00 di ATM BNI RS Bersalin Aisyiah Pekajangan. Korban Aftanul Alif, 28, warga Bligo, Kecamatan Buaran yang bermaksud mengambil uang. Tenyata ATM-nya macet tidak bisa keluar. Salah satu pelaku berpura-pura menolong korban dengan menyarankan lapor bank yang bersangkutan.

“Saya panik, kemudian salah satu pelaku menyuruh saya memencet salah satu tombol. Tetap tidak bisa, akhirnya saya disuruh laporan ke BNI,” jelas korban Afif saat dimintai keterangannya di Mapolsek Buaran.

Saat datang ke kantor bank BNI terdekat, ternyata masih tutup. Korban hanya ditemui Satpam disuruh hub call center BNI untuk blokir ATM. Ternyata terlambat, dirinya mendapat laporan m-banking ada transaksi uang keluar dari rekeningnya.

“Saat saya arah balik, ternyata melihat salah satu pelaku sedang duduk di motor. Kemudian saya teriaki maling, dua pelaku kabur ke arah utara. Namun karena tidak konsen, motornya nabrak polisi yang mengatur lalulintas, dan sempat dipukuli massa karena saya teriaki maling terus,” jelasnya.

Korban mengaku, atas kejadian tersebut, uangnya hilang sebanyak Rp 14 jutaan lebih.

Ditambahkan Kapolsek Buaran AKP Harsono, setelah dibekuk polisi dan warga, kedua pelaku beserta barang bukti dan motor dengan nopol B 6651 ZIO dibawa ke Mapolsek Buaran untuk diperiksa lebih lanjut. “Pelaku kabur karena diteriaki korban, yang masih mengenali mukanya. Karena panik, pelaku menabrak anggota kami Aiptu I Wayan Kembar dan Bripka Heru Setianto,” ujar Kapolsek.

Pelaku saat dikonfirmasi mengaku baru dua kali beraksi dan baru sekali mendapatkan uang dari aksi tersebut. “Kalau dapat uang baru kali ini, itupun gagal karena korban teriak,” katanya sambil menahan sakit.

Setiap melakukan aksi, Henri mengaku komplotannya membagi tugas. Dia mengawasi, sedangkan rekannya memasukkan batang korek api ke dalam lubang kartu mesin ATM hingga melobi korban. “Saya mengawasi, Sobri yang melobi. Dua orang kawan tugasnya mengganjel lubang ATM. Rekan kami juga ada yang bertugas menguras uang. Hasilnya nanti kami bagi-bagi,” tutupnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here