Bawang Merah India Serbu Temanggung

595
AUDIENSI: Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung menemui perwakilan pedagang dan petani bawang merah di Gedung DPRD, Senin (20/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)
AUDIENSI: Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung menemui perwakilan pedagang dan petani bawang merah di Gedung DPRD, Senin (20/3). (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Puluhan pedagang dan petani bawah merah yang tergabung dalam Asosiasi Petani Bawang Merah Lokal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Temanggung, Senin (20/3). Mereka mengadukan nasib karena imbas impor bawang merah yang kini tengah masuk di pasar lokal Temanggung.

Perwakilan aksi, Triyono, 41, mengeluhkan, bawang merah impor asal India telah membanjiri pasaran Temanggung. Akibatnya harga bawang lokal anjlok.

Berdasar informasi yang ia dapat, kemarin ada 20 kontainer bawang merah impor masuk lewat pelabuhan Surabaya. “Tumpuan kami cuma wakil rakyat. Kami tidak tahu lagi harus mengadukan nasib ke mana,” ungkap Triyono.

Pria yang sehari-hari jualan di Pasar Legi Parakan meminta anggota dewan untuk melakukan pengecekan langsung terkait legalitas dokumen perizinan impor kepada pemerintah pusat. “Setahu kami, bawang merah impor hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, bukan diperjualbelikan secara bebas di pasar tradisional sebagaimana yang terjadi di Temanggung ini. Kami mohon, anggota dewan yang terhormat segera mengecek ke pasar-pasar,” pintanya.

Ia membeber, sejak bawang merah impor masuk, harga bawang merah lokal yang sebelumnya bisa menembus kisaran Rp 18.000 sampai Rp 25.000 per kilogram jatuh ke angka Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogramnya. Sedangkan bawang merah asal Brebes maksimal hanya laku Rp 20.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya, 60 persen hasil panen bawang merah lokal milik petani asal Temanggung yang ditanam di lereng lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, secara rutin dipasarkan ke Jawa Timur. “Setiap tahun kita bisa menghasilkan 6.000 sampai 7.000 ton bawang merah lokal yang rutin dipasarkan ke Jawa Timur. Kalau bawang merah impor masuk, tentunya ini bisa terancam,” akunya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung Slamet Eko Wantoro berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah instansi terkait guna membahas masalah masuknya bawang merah impor tersebut. Ia menyebut, masalah bawang merah impor yang berimbas pada jatuhnya harga bawang merah lokal disebabkan adanya tumpang tindih antara kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pertanian.

“Masalah ini akan kita bawa kepada pemerintah pusat dengan cara menyurati Presiden Joko Widodo secara langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno meminta agar perdagangan bawang merah impor di wilayahnya segera dihentikan. Ia meminta agar aparat berwenang mencari aktor yang selama ini bermain, bila perlu melanjutkan ke proses hukum. “Pokoknya cari dan tangkap saja oknum yang berani memasukkan bawang merah impor ke Temanggung,” tegas Bambang. (san/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here