33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Bawang Merah India Serbu Temanggung

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

TEMANGGUNG – Puluhan pedagang dan petani bawah merah yang tergabung dalam Asosiasi Petani Bawang Merah Lokal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Temanggung, Senin (20/3). Mereka mengadukan nasib karena imbas impor bawang merah yang kini tengah masuk di pasar lokal Temanggung.

Perwakilan aksi, Triyono, 41, mengeluhkan, bawang merah impor asal India telah membanjiri pasaran Temanggung. Akibatnya harga bawang lokal anjlok.

Berdasar informasi yang ia dapat, kemarin ada 20 kontainer bawang merah impor masuk lewat pelabuhan Surabaya. “Tumpuan kami cuma wakil rakyat. Kami tidak tahu lagi harus mengadukan nasib ke mana,” ungkap Triyono.

Pria yang sehari-hari jualan di Pasar Legi Parakan meminta anggota dewan untuk melakukan pengecekan langsung terkait legalitas dokumen perizinan impor kepada pemerintah pusat. “Setahu kami, bawang merah impor hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, bukan diperjualbelikan secara bebas di pasar tradisional sebagaimana yang terjadi di Temanggung ini. Kami mohon, anggota dewan yang terhormat segera mengecek ke pasar-pasar,” pintanya.

Ia membeber, sejak bawang merah impor masuk, harga bawang merah lokal yang sebelumnya bisa menembus kisaran Rp 18.000 sampai Rp 25.000 per kilogram jatuh ke angka Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogramnya. Sedangkan bawang merah asal Brebes maksimal hanya laku Rp 20.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya, 60 persen hasil panen bawang merah lokal milik petani asal Temanggung yang ditanam di lereng lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, secara rutin dipasarkan ke Jawa Timur. “Setiap tahun kita bisa menghasilkan 6.000 sampai 7.000 ton bawang merah lokal yang rutin dipasarkan ke Jawa Timur. Kalau bawang merah impor masuk, tentunya ini bisa terancam,” akunya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung Slamet Eko Wantoro berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah instansi terkait guna membahas masalah masuknya bawang merah impor tersebut. Ia menyebut, masalah bawang merah impor yang berimbas pada jatuhnya harga bawang merah lokal disebabkan adanya tumpang tindih antara kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pertanian.

“Masalah ini akan kita bawa kepada pemerintah pusat dengan cara menyurati Presiden Joko Widodo secara langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno meminta agar perdagangan bawang merah impor di wilayahnya segera dihentikan. Ia meminta agar aparat berwenang mencari aktor yang selama ini bermain, bila perlu melanjutkan ke proses hukum. “Pokoknya cari dan tangkap saja oknum yang berani memasukkan bawang merah impor ke Temanggung,” tegas Bambang. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...