Banjir dan Longsor Landa Leyangan

456
AMBROL: Tembok belakang SDN Leyangan, Ungaran Timur yang ambrol akibat dilanda banjir, kemarin. (kiri) Banjir yang merendam Perumnas Leyangan Damai RT 04 RW 11. (DJATI PRASETYO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBROL: Tembok belakang SDN Leyangan, Ungaran Timur yang ambrol akibat dilanda banjir, kemarin. (kiri) Banjir yang merendam Perumnas Leyangan Damai RT 04 RW 11. (DJATI PRASETYO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Leyangan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (20/3) siang. Longsor menimpa bagian belakang rumah milik Azis, 41, warga Perumahan Bukit Leyangan Baru RT 05 RW 05 Ungaran Timur. Bahkan bangunan rumah Azis jebol diterjang material longsor.

”Longsoran material itu berasal dari tebing pegembangan perumahan baru di atas sana,” kata Azis sambil menunjuk ke tebing yang longsor.

Kejadian tersebut berawal saat hujan deras mengguyur wilayah Ungaran sejak pukul 13.00. Karena tidak mampu menahan tingginya debit air hujan, tebing yang berada di bagian belakang rumah Azis ambrol hingga menimpa seluruh bagian dapur.

Dikatakan Azis, usai kejadian pihak pengembang langsung melihat lokasi ambrolnya tebing tersebut. ”Katanya besok akan dibersihkan, lalu dibangun talut penguat. Dinding dapur rumah saya yang rusak juga dijanjikan akan diperbaiki,” tuturnya.

Akibat longsor tersebut, lantai rumahnya dipenuhi lumpur. Beberapa perabotan rumah terpaksa diungsikan di tempat yang lebih aman. Selain itu, ia bersama keluarganya memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. ”Seluruh perabotan juga dipindahkan ke rumah tetangga. Takutnya ada longsor susulan,” katanya.

Dijelaskan Azis, longsor sebelumnya juga menimpa rumahnya pada Januari 2015 silam. ”Saat itu, ada tiga rumah yang terkena longsoran. Yakni, rumah saya, Agung Pribadi, 56, dan satu rumah yang belum dihuni,” tuturnya.

Selain longsor, bencana banjir kemarin juga melanda perumahan tersebut. Sedikitnya 70 rumah di RT 01, RT 02, dan RT 05 RW 05 di perumahan itu digenangi air luapan sawah hingga setinggi 50 sentimeter. ”Mayoritas perabotan warga terkena air, apalagi jika rumahnya kosong ditinggal kerja. Termasuk peralatan elektronik milik saya,” kata Iwan Marsono, 42, warga RT 01 RW 05.

Air dari sawah meluap diduga lantaran drainase yang tidak berfungsi maksimal. Iwan berharap pihak terkait untuk segera turun ke lapangan melihat apa yang terjadi. ”Salurannya tidak mampu menampung banjir kiriman. Kami khawatir sewaktu-waktu banjir datang lagi. Apalagi jika intensitas hujannya masih tinggi,” ujarnya.

Selain rumah warga, banjir juga melanda SDN Leyangan. Sekolah yang bangunannya lebih rendah dari jalan raya tersebut tergenang banjir cukup tinggi. Enam ruang kelas dan satu ruang guru dipenuhi lumpur material banjir.

Kepala SDN Leyangan, Kholis, menjelaskan, banjir di sekolah tersebut sudah terjadi dua kali ini. Sebelumnya pada 2015 silam, banjir serupa juga terjadi. ”Ini karena lokasi sekolah yang lebih rendah dari jalan raya,” katanya. Banjir juga menjebol pagar belakang sekolah tersebut. Pagar tembok sepanjang lebih dari 40 meter tersebut roboh.

Banjir setinggi lutut orang dewasa juga melanda Perumnas Leyangan Damai RT 04 RW 11. Banjir yang diawali dengan hujan deras tanpa henti sejak pukul 13.00 hingga 15.00 itu menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir. Bahkan tembok pagar belakang rumah Saefuddin, warga RT 04 RW 11 sampai ambrol karena tidak kuat menahan banjir.

”Tembok yang ambrol tersebut terletak di sepanjang parit belakang rumah. Akibatnya, reruntuhan tembok menyumbat parit hingga menyebabkan banjir semakin parah,” kata Djati Prasetyo, warga setempat.

Rumah Djati sendiri sempat kemasukan air. Ia harus mengamankan sejumlah peralatan rumah tangga ke tempat yang aman. ”Banjir masuk ke dalam rumah. Banjirnya sudah parah. Butuh penanganan serius,” ujarnya.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang hingga kemarin masih menginventarisasi kerusakan akibat bencana tersebut. ”Meski sudah ada koordinasi dengan pengembang, penanganan bencana untuk rumah saudara Aziz kita akan coba ajukan bantuan sosial kebencanaan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto.

Kades Leyangan, Ari Susanto, menambahkan, dirinya bersama warga perumahan akan memantau penanganan kerusakan rumah di Perumahan Bukit Leyangan Baru. Terkait dengan banjir kiriman di lingkungan perumahan dan SD Negeri Leyangan, menurutnya, disebabkan desain drainase yang belum disesuaikan dengan kondisi saat ini. ”Coba kita lihat perkembangannya nanti, yang jelas pengembang secara lisan sudah menyanggupi akan melakukan pembenahan bagian rumah warga yang rusak,” katanya. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here