Tak Terawat, Tugu Perahu Dicat Ulang

816
PEDULI KOTA: Puluhan Pemuda Kendal melakukan aksi pengecatan Tugu Perahu di Weleri, Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI KOTA: Puluhan Pemuda Kendal melakukan aksi pengecatan Tugu Perahu di Weleri, Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL– Puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Pemuda Kendal melakukan aksi pengecatan Tugu Perahu di Weleri, tepatnya di perbatasan Kendal-Batang. Aksi pengecatan tersebut dilandasi rasa keprihatinan kondisi Tugu Perahu sebagai simbol Kendal Kota Nelayan atau Kota Bahari selama ini kurang terawat.

Sedikitnya 20 pemuda melakukan aksi bersih-bersih kawasan tugu yang berada persis di tengah-tengah pertigaan Jalan Arteri Weleri. Selain membersihkan, juga dilakukan pengecatan ulang lantaran tugu sudah tidak terawat dan penuh coretan di sana-sini.

Sri Bima Wicasa Sakti, salah seorang pemuda asal Kaliwungu, mengatakan, aksi ini dilakukan secara spontan. “Kami prihatin akan kondisi tugu perbatasan yang tidak terawat,” katanya, kemarin (19/3).

Dari rasa prihatin tersebut, ia kemudian berinisiatif untuk mengajak pemuda lain melalui media sosial Facebook melakukan bersih-bersih dan penggalangan dana untuk biaya pengecatan Tugu Perahu. “Kami mengajak teman-teman lewat Facebook sekitar sebulan lalu,” ujarnya

Menurutnya, Tugu Perahu tersebut merupakan simbol perawajahan Kabupaten Kendal. Sebab, lokasinya berada di pintu masuk Kendal dari arah Batang serta berada di jalur utama Pantura Kendal.

Bima mengatakan, sebelum melakukan aksi ini, pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek dan Koramil Weleri. Sedangkan yang ikut melakukan aksi berasal dari berbagai kalangan, mulai warga biasa sampai seniman dan anggota pramuka. “Kami juga konsultasi dengan orang-orang dan seniman dalam hal warna cat yang cocok untuk tugu itu,” kata Bima.

Seorang seniman asal Kaliwungu, Bahrul Ulum, mengaku ikut bergabung melakukan aksi pengecatan tugu tersebut karena merasa prihatin melihat kondisi tugu yang tampak tidak terawat. “Saya hanya ikut dan mendukung, karena gagasan untuk merawat simbol Kendal itu bagus. Tugu ini menjadi salah satu identitas Kendal,” ujarnya. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here