Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Mbah Durrozaq

507
SELAMAT JALAN: Ribuan umat Islam mengantarkan jenazah KH Abdurrozaq ke peristirahatan terakhir, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
SELAMAT JALAN: Ribuan umat Islam mengantarkan jenazah KH Abdurrozaq ke peristirahatan terakhir, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID – Suasana haru mengiringi pemakaman KH Abdurrozaq, sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pengasuh Ponpes Nurul Falah Tegalrandu Kecamatan Srumbung, Minggu (19/3). Beliau meninggal dunia pagi kemarin di rumah sakit swasta di Muntilan karena serangan jantung.

Ribuan jamaah beserta sejumlah kiai dan tokoh masyarakat menghadiri upacara pemberangkatan Sang Kiai. Gema tahlil dan tangisan para pelayat mengantar Muhtasyar NU ini ke peristirahatan terakhir. “Islam sedang mengalami masa gelap ketika ada ulama yang meninggal dunia. Maka dari itu semoga Allah segera menggantikan almarhum dengan penerus baru yang berjuang di jalan Allah,” kata KH Solichun dalam tausiyah sebelum pemberangkatan jenazah.

Mbah Durrozaq, begitu akrab disapa, merupakan salah satu kiai sepuh Kabupaten Magelang. Dia memiliki ribuan santri dan tiap hari mengajar langsung.

Sebelum meninggal dunia kemarin pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Pagi itu, almarhum sempat mengajar santrinya. Tiba-tiba ia terkena serangan jantung.

Ketua PCNU Kabupaten Magelang Mahsun mengatakan, almarhum merupakan sosok panutan dan sesepuh NU. Dia merupakan salah satu ulama yang teguh pada nilai-nilai keumatan dan keindonesiaan.

Selain aktif mengajar, Mbah Durrozaq juga dikenal dekat dengan masyarakat. Beberapa kali dia turun ke masyarakat untuk ikut membantu memberikan solusi terkait masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Terakhir, Mbah Durrozaq juga aktif memfasilitasi terkait kisruh penambangan pasir di Gunung Merapi. (vie/ton)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here