Ninik Rohayati, Jatuh Bangun Besarkan Usaha Roti

Bermodal Rp 10 Ribu, Dapat Resep dari Sobekan Koran

554
HASIL KERJA KERAS : Ninik Rohayati menunjukkan kue perpaduan cita rasa lokal hasil kursus di Singapura di gerai roti Anda miliknya (Agus Hadianto/radar kedu)
HASIL KERJA KERAS : Ninik Rohayati menunjukkan kue perpaduan cita rasa lokal hasil kursus di Singapura di gerai roti Anda miliknya (Agus Hadianto/radar kedu)

Tidak mudah menyerah. Itulah modal besar Ninik Rohayati, 45, dalam membangun bisnis roti Anda. Roti racikan perempuan jebolan SMEA itu menjadi langganan tetap para pejabat tinggi yang singgah di Magelang.

Ninik Rohayati tidak pernah menyangka, bisnis rotinya maju. Bahkan mampu membawanya terbang ke Singapura untuk liburan sekaligus belajar tentang karakter roti Singapura. Itu sebagai hadiah dari perusahaan tepung terkemuka langganannya.

“Hanya 7 orang pengusaha roti se-Indonesia yang mendapat hadiah istimewa ke Singapura, termasuk saya. Perusahaan tepung saat berkunjung ke outlet roti saya, tertarik dan menyukai karakter kualitas roti yang saya buat,” jelas Ninik.

Saat merintis usaha rotinya benar-benar dari bawah. Belajar membuat roti secara otodidak disertai kemauan keras terus belajar, sehingga membuatnya semakin mahir.

Ninik menceritakan, bisnis rotinya berawal tahun 1998 saat krisis ekonomi menghantam Indonesia. Kehidupan ekonomi keluarga yang kurang, membuat Ninik memutar otak, berusaha mencari pendapatan untuk menghidupi dua anaknya.

Awal usahanya, Ninik hanya bermodal sekitar Rp 10.000 untuk membeli bahan-bahan membuat kue. Bahan yang digunakan dari bahan pilihan atau bahan premium.

“Saya saat itu tidak tahu fungsi bahan terbaik apakah mempengaruhi hasil kue atau tidak, karena memang dari niat awal dalam membuat kue harus bahan yang berkualitas. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” jelas Ninik.

Saat itu, ia hanya bisa membuat kue jentik manis dan bolu kukus berjumlah 20 buah dengan harga Rp 300 per buah.

Dengan berjalan kaki Ninik menjajakan kue buatannya. Untunglah ada toko kue di belakang Hotel Mutiara yang bersedia dititipi kuenya. Bahkan selalu laris manis dibeli konsumen.

Pada tahun yang sama, keberuntungan mendekatinya. Tanpa sengaja, Ninik menemukan resep cara membuat sus fla dari sobekan koran yang terbuang. Ia lantas memberanikan diri membuat sus fla dan memproduksi sekitar 20 buah dititipkan di toko Sari Murni dan toko Manis dengan harga Rp 600. Untuk menunjang pengetahuan tentang membuat sus fla, Ninik kemudian les di toko Iriani.

Pada tahun 2001 pamannya meminjamkan modal Rp 1.000.000 serta sepeda onthel untuk aktivitasnya menjajakan kue buatannya. Wilayah penjualan kuenya, mulai luas. Sehingga Ninik berani mengambil kredit sepeda motor untuk berjualan.

“Namun naas, selang tiga bulan motor tersebut dicuri orang di rumah mertua. Saat itu, saya masih menumpang di rumah mertua karena tidak mempunyai apa-apa. Awal mula nama Roti Anda juga diambil dari nama toko foto mertua yaitu Toko Anda,” jelas Ninik.

Peralatan modern yang dimiliki Ninik hingga saat ini, dibeli dengan cara mengangsur bukan utang kredit dari perusahaan elektronik. Ninik mengatakan, dalam merintis usaha hingga sekarang tidak bermodal besar atau pinjam dari bank, tetapi kegigihannya menyisihkan sebagian keuntungan menjual kue.

Dalam menjalankan usaha, yang terpenting menurutnya adalah kemauan tidak menyerah dan terus mau belajar dari pengalaman. Lebih penting lagi adalah tidak lupa kepada Allah.

“Masa-masa sulit saya dengan keluarga, jatuh bangun usaha saya, semua dilandasi keyakinan kuat kehadiran Allah. Dasar inilah yang saya pakai sampai sekarang. Setiap Jumat saya menyisihkan pendapatan dengan berbagi nasi dan kue kepada para tukang becak di Kota Magelang. Serta menyumbang ke panti asuhan sebagai pengingat akan rezeki yang saya peroleh,” tutup Ninik. (*/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here