33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Ninik Rohayati, Jatuh Bangun Besarkan Usaha Roti

Bermodal Rp 10 Ribu, Dapat Resep dari Sobekan Koran

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Tidak mudah menyerah. Itulah modal besar Ninik Rohayati, 45, dalam membangun bisnis roti Anda. Roti racikan perempuan jebolan SMEA itu menjadi langganan tetap para pejabat tinggi yang singgah di Magelang.

Ninik Rohayati tidak pernah menyangka, bisnis rotinya maju. Bahkan mampu membawanya terbang ke Singapura untuk liburan sekaligus belajar tentang karakter roti Singapura. Itu sebagai hadiah dari perusahaan tepung terkemuka langganannya.

“Hanya 7 orang pengusaha roti se-Indonesia yang mendapat hadiah istimewa ke Singapura, termasuk saya. Perusahaan tepung saat berkunjung ke outlet roti saya, tertarik dan menyukai karakter kualitas roti yang saya buat,” jelas Ninik.

Saat merintis usaha rotinya benar-benar dari bawah. Belajar membuat roti secara otodidak disertai kemauan keras terus belajar, sehingga membuatnya semakin mahir.

Ninik menceritakan, bisnis rotinya berawal tahun 1998 saat krisis ekonomi menghantam Indonesia. Kehidupan ekonomi keluarga yang kurang, membuat Ninik memutar otak, berusaha mencari pendapatan untuk menghidupi dua anaknya.

Awal usahanya, Ninik hanya bermodal sekitar Rp 10.000 untuk membeli bahan-bahan membuat kue. Bahan yang digunakan dari bahan pilihan atau bahan premium.

“Saya saat itu tidak tahu fungsi bahan terbaik apakah mempengaruhi hasil kue atau tidak, karena memang dari niat awal dalam membuat kue harus bahan yang berkualitas. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” jelas Ninik.

Saat itu, ia hanya bisa membuat kue jentik manis dan bolu kukus berjumlah 20 buah dengan harga Rp 300 per buah.

Dengan berjalan kaki Ninik menjajakan kue buatannya. Untunglah ada toko kue di belakang Hotel Mutiara yang bersedia dititipi kuenya. Bahkan selalu laris manis dibeli konsumen.

Pada tahun yang sama, keberuntungan mendekatinya. Tanpa sengaja, Ninik menemukan resep cara membuat sus fla dari sobekan koran yang terbuang. Ia lantas memberanikan diri membuat sus fla dan memproduksi sekitar 20 buah dititipkan di toko Sari Murni dan toko Manis dengan harga Rp 600. Untuk menunjang pengetahuan tentang membuat sus fla, Ninik kemudian les di toko Iriani.

Pada tahun 2001 pamannya meminjamkan modal Rp 1.000.000 serta sepeda onthel untuk aktivitasnya menjajakan kue buatannya. Wilayah penjualan kuenya, mulai luas. Sehingga Ninik berani mengambil kredit sepeda motor untuk berjualan.

“Namun naas, selang tiga bulan motor tersebut dicuri orang di rumah mertua. Saat itu, saya masih menumpang di rumah mertua karena tidak mempunyai apa-apa. Awal mula nama Roti Anda juga diambil dari nama toko foto mertua yaitu Toko Anda,” jelas Ninik.

Peralatan modern yang dimiliki Ninik hingga saat ini, dibeli dengan cara mengangsur bukan utang kredit dari perusahaan elektronik. Ninik mengatakan, dalam merintis usaha hingga sekarang tidak bermodal besar atau pinjam dari bank, tetapi kegigihannya menyisihkan sebagian keuntungan menjual kue.

Dalam menjalankan usaha, yang terpenting menurutnya adalah kemauan tidak menyerah dan terus mau belajar dari pengalaman. Lebih penting lagi adalah tidak lupa kepada Allah.

“Masa-masa sulit saya dengan keluarga, jatuh bangun usaha saya, semua dilandasi keyakinan kuat kehadiran Allah. Dasar inilah yang saya pakai sampai sekarang. Setiap Jumat saya menyisihkan pendapatan dengan berbagi nasi dan kue kepada para tukang becak di Kota Magelang. Serta menyumbang ke panti asuhan sebagai pengingat akan rezeki yang saya peroleh,” tutup Ninik. (*/lis)

Berita sebelumyaJalan Amblas, Sisa 2 Meter
Berita berikutnyaFokus Program Tahfidz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Pekan Jelang Puasa, Harga Pangan Naik

DEMAK-Lonjakan harga kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan jelang bulan Ramadan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di tempat Relokasi Pasar Mrangen, Kabupaten Demak, Selasa (9/5) kemarin, harga telur yang...

Sahid Kolaborasikan Tradisional dan Modern

PEKALONGAN - Perayaan Tahun Baru 2017 di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan lalu cukup meriah dan menarik. Dihadiri ratusan masyarakat, perayaan dengan tema tradisional dan...

Penyebaran Informasi Perlu Kembali ke Khitah

SEMARANG – Banyak generasi muda yang enggan menyentuh media mainstream. Entah itu media cetak, atau media online. Mereka cenderung memilih menenggak informasi dari media-media...

Bupati: FKUB Penting untuk Wadah Satukan Perbedaan

WONOSOBO—Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, Senin (4/12) kemarin pukul 9.30, dikukuhkan oleh Bupati Eko Purnomo di Pendopo. Mereka merupakan kepengurusan masa bhakti...

Pasar Rakyat Grebeg Besar Ajang Promosi Potensi Lokal

DEMAK-Pasar Rakyat Grebeg Besar di Lapangan Tembiring resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Joko Sutanto, Sabtu malam (19/8) kemarin. Event tahunan pasar rakyat yang dikelola...

Siapkan KIA Untuk 85.266 Anak

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) siap membuat Kartu Identitas Anak (KIA). Setelah bersama dengan 50 kota/ kabupaten...