Mahesa Jenar Berikan Perlawanan Maksimal

426
TENSI TINGGI : Tim PSIS Semarang harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 dalam laga uji coba kedua di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu sore (19/3) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TENSI TINGGI : Tim PSIS Semarang harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 dalam laga uji coba kedua di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu sore (19/3) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SURABAYA-Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 dalam laga uji coba kedua yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu sore (19/3) kemarin.

Gol semata wayang tuan rumah dicetak oleh Rahmat Irianto melalui titik putih di menit ke-84. Kemenangan Persebaya sekaligus revans atas hasil laga uji coba sebelumnya dimana PSIS mampu unggul 1-0 di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (12/3) lalu.

Duel klasik dua tim sarat sejarah kemarin benar-benar menyedot perhatian. Tak kurang dari 50.000 penonton memadati GBT. Kedua tim juga menurunkan skuad terbaik mereka untuk bisa meraih hasil positif dalam laga yang meski hanya berlabel uji coba.

Head Coach PSIS mencoba skema baru di laga kemarin. Tampil dengan formasi 3-4-3, pelatih asal Pasuruan itu menurunkan trio bek tengah sekaligus yaitu Anhar Latif, Haudi Abdillah dan M Rio Saputra.

Kemudian di tengah tim berjuluk Mahesa Jenar menurunkan Taufik Hidayat, Saddam Sudarma Hendra, M Yunus dan Safrudin Tahar. Kemudian trio Hari Nur Yulianto, Johan Yoga Utama dan Juni Riyadi bertugas membongkar pertahanan tuan rumah.

Di babak pertama anak-anak PSIS mampu tampil cukup disiplin. Lini serang Persebaya yang dikomandoi Rendi Irawan sempat frustasi membongkar pertahanan Mahesa Jenar. Alhasil babak pertama kedua tim harus puas bermain imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, coach Subangkit sedikit mengubah komposisi pemainnya. Dani Raharjanto dimasukkan untuk menggantikan peran Juni Riyadi di sektor sayap Mahesa Jenar. Begitu juga di kubu tuan rumah. Enam pergantian dilakukan oleh coach Iwan Setiawan dengan harapan Persebaya bisa segera mengubah skor 0-0.

Laga yang berlangsung dengan tensi tinggi kemarin sempat terhenti sekitar 10 menit di menit ke-69 lantaran asap flare yang dinyalakan oleh publik tuan rumah cukup mengganggu jalannya pertandingan.

Petaka bagi PSIS dimulai dari menit ke-79. Tim Mahesa Jenar harus keluar dari tekanan tuan rumah dengan berharap pada 10 pemain lantaran bek Anhar Latif diusir wasit dengan kartu kuning kedua setelah dianggap melakukan pelanggaran keras.

Benar saja, tuan rumah semakin tampil menekan setelah unggul jumlah pemain. Coach Subangkit sempat memasukan dua tenaga baru yaitu Ahmad Agung dan pemain anyar mereka Erik Dwi, meskipun tidak terlalu membantu di sisa laga.

Gol yang ditunggu tuan rumah akhirnya datang di menit ke-84 setelah tembakan penalti Rachmat Irianto gagal dibendung oleh kiper PSIS, Aji Bayu Putra. Keunggulan tuan rumah 1-0 bertahan hingga laga usai.

Head Coach PSIS, Subangkit mengaku cukup puas atas kerja keras timnya sepanjang laga kemarin, meski secara hasil tim Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan Persebaya 1-0.

“Anak-anak mampu menjalankan skema dengan baik meski sore tadi (kemarin, red) kami bermain menggunakan formasi baru dengan tiga bek,” beber pelatih yang musim lalu menukangi Mitra Kukar FC.

Coach Subangkit juga memuji kualitas mental bertanding Johan Yoga dkk yang menunjukkan perkembangan cukup signifikan. “Tekanan pertandingan seperti ini yang kami harapkan, baik dari dalam lapangan maupun tekanan penonton tandang,” sambungnya.

Di kubu tuan rumah, hasil kemenangan kemarin tentu cukup membuat head coach Iwan Setiawan puas. “Tapi dari hasil pertandingan tadi (kemarin, red) juga ada evaluasi yang perlu kami benahi,” bebernya. (bas/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here