Kospin Jasa Direstui Salurkan KUR

932
PENGHARGAAN : Menkop UMKM didampingi Wali Kota Pekalongan dan Ketua Kospin Jasa saat memberikan penghargaan khusus kepada pengusaha yang memiliki komitmen dalam pembangunan dan koperasi, di sela-sela RAT Kospin Jasa, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PENGHARGAAN : Menkop UMKM didampingi Wali Kota Pekalongan dan Ketua Kospin Jasa saat memberikan penghargaan khusus kepada pengusaha yang memiliki komitmen dalam pembangunan dan koperasi, di sela-sela RAT Kospin Jasa, kemarin. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Dinilai menjadi salah satu koperasi besar yang sehat di Indonesia, Kospin Jasa direstui pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Menkop UMKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-43 Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa di Pekalongan, Sabtu (18/3) kemarin.

Menurut Menkop UMKM, lembaga keuangan harus sehat secara keuangan dan canggih teknologi atau IT-nya, menjadi syarat bisa menyalurkan KUR. Karena harus terkoneksi dengan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI dan Bank Indonesia (BI).

“Kospin Jasa merupakan koperasi yang sehat secara keuangan dan secara IT cukup canggih sudah menyambung dengan Kementrian Keuangan dan Bank Indonesia, jadi layak menyalurkan KUR,” ucapnya.

Ditambahkan Menkop UMKM, selain Kospin Jasa, saat ini sudah mengantre 32 koperasi di Indonesia yang mengajukan izin untuk menyalurkan KUR, namun semua masih dikaji lagi. Koperasi se-Indonesia, baru Kospin Jasa yang disetujui pemerintah.

Sementara itu, Ketua Kospin Jasa, Andi Arslan Djunaid menyampaikan bahwa saat ini, aset gabungan konvensional dan syariah yang dimiliki Kospin Jasa Pekalongan hingga akhir 2016 mencapai sekitar Rp 7 triliun.

“Kendati kondisi ekonomi sepanjang 2016 relatif tidak terlalu bagus, namun pertumbuhan Kospin Jasa mampu meningkatkan aset sekitar Rp 7 triliun, naik dari sebelumnya Rp 5,6 triliun,” katanya usai acara RAT ke-43 Kospin Jasa di Pekalongan, Sabtu (18/3) kemarin.

Tahun 2017 ini, pihaknya menargetkan kenaikan aset hingga Rp 8 triliun lagi. Untuk mencapainya, Kospin Jasa merencanakan pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang lebih intensif di pusat pendidikan latihan (Pusdiklat), bahkan jika perlu keluar negeri.

“Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan SDM agar semakin tangguh sehingga bisa bersaing dengan perbankan. Hal ini juga untuk mendorong pencapaian aset Rp 8 triliun pada tahun depan,” katanya.

Selain itu, kata dia, Kospin Jasa juga akan meluncurkan produk khusus berupa “Pinjaman Mekar” yang akan menyasar pedagang tradisional. Ini sebagai upaya Kospin Jasa menciptakan produk layanan yang diprakasai para anggotanya dan siap membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian rakyat.

Keberhasilan Kospin Jasa menjadi koperasi terbesar dan tersebar di Indonesia, kata dia, tidak terlepas dari budaya 4M, yaitu Mau, Mampu, Maju, dan Malu.

“Semua pengurus dan karyawan harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkembang dan meningkatkan SDM guna kemajuan Kospin Jasa. Tidak akan bisa maju sebuah perusahaan, jika manajemen tidak punya semangat untuk berkembang mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Terkait dengan masalah KUR, kata Andi, secara uji sistem sudah dilakukan oleh Kospin. “Hanya saja, kami masih ada kendala sedikit tentang perizinan dari BI. Saat ini, kami masih menunggu sertifikasinya. Baru kemudian bisa eksekusi KUR-nya,” tandasnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here