Jalan Amblas, Sisa 2 Meter

474
MEMBAHAYAKAN : Warga menunjukkan jalan yang menghubungkan Pucungkerep-Lamuk Kaliwiro yang ambles. (Zain Zainudin/radar Kedu)
MEMBAHAYAKAN : Warga menunjukkan jalan yang menghubungkan Pucungkerep-Lamuk Kaliwiro yang ambles. (Zain Zainudin/radar Kedu)

WONOSOBO – Senderan sepanjang 8 meter di jalan utama Pucungkerep – Lamuk longsor hingga menyisakan 2 meter badan jalan. Dugaan sementara, senderan berikut bahu jalan yang amblas disebabkan guyuran hujan intensitas tinggi yang terjadi di Kaliwiro pada Jumat (17/3). Akibat kondisi itu mobilitas warga terganggu.

Kades Pucungkerep Sapto Susilo menuturkan, sebelumnya sempat terlihat rekahan selebar 15 meter di bahu jalan. Karena tak tahu harus bagaimana membetulkan, rekahan terus melebar hingga separuh badan jalan ikut amblas. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

“Kalau bisa, cepat dianggarkan pakai dana TT (tak terduga) soalnya jalan yang amblas terus melebar saat hujan tiba,” katanya. Jalan tersebut diketahui menghubungkan banyak desa di Kaliwiro. Meliputi Desa Tanjunganom-Gambaran-Pucungkerep-Lamuk-Pesodongan-Kaliguo Ngasinan. Akses jalan tersebut merupakan jalan utama sehingga sangat dibutuhkan warga.

“Termasuk mobil angkut barang, atau mobil pengangkut hasil-hasil pertanian juga lewat situ makanya sangat mendesak diperbaiki,” terangnya.

Saat ini, kata kades, khusus untuk mobil harus bergantian jika melintasi jalan tersebut. Namun, jika diguyur hujan, dipastikan warga akan mengambil inisiatif menutup jalan sementara waktu. “Kalau mau dipaksakan malah berisiko, sebelahnya (yang amblas) juga sudah terlihat rekahan lagi,” kata kades Sapto.

Selain jalan amblas di dekat jembatan juga ada satu titik jalan amblas berada tak jauh dari lokasi pertama. Bahu jalan yang melorot tak selebar di dekat jembatan. Diperkirakan, memiliki panjang 3 meter dengan lebar sekitar 1 meter. Kondisi ini, juga dikhawatirkan warga jika tak segera diperbaiki. Mengingat bawahnya juga terdapat sungai.

“Ada dua titik yang amblas di waktu hampir bersamaan satu di jembatan, satunya nggak begitu besar tak jauh dari lokasi (dekat jembatan),” tandasnya.

Yunus Santosa, 27, Warga Lamuk turut mengkhawatirkan kondisi itu. Selain ancaman amblas susulan, minimnya penerangan jalan turut membahayakan pengendara yang melintas malam hari.

“Memang jalanan desa kami seperti itu, gampang longsor. Cuma untuk longsor yang sekarang bisa jadi tak terlihat kalau pas melaju kencang dari arah timur,” tuturnya.

Selain itu, kendaraan truk dipastikan tak berani melintas jalan tersebut. Padahal transportasi pengangkut hasil pertanian warga mayoritas menggunakan truk. Bukan mobil kecil. “Sementara paling dirasa aman, ketika memakai kendaraan colt dan sejenisnya, untuk truk saya pikir sangat berisiko,” jelas Yunus.

Kades Sapto menerangkan, jalan aspal tersebut sejatinya baru selesai dibangun setahun lalu oleh pemerintah. Namun karena kontur tanah di area Kaliwiro banyak tanah bergerak, jadinya aspal sekuat apapun tetap merekah kemudian amblas. Terlebih untuk jalan yang berada di tebing atau di dekat sungai.

“Harapan kami cepat dibangun, supaya nggak melebar juga nggak ngganggu mobilitas warga,” harapnya.

Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah kecamatan Borobudur pada Jumat (17/3) membuat Sungai Tempel di Dusun Genjahan meluap. Akibatnya jembatan jalan kabupaten yang menjadi penghubung Desa Ngadiharjo dan Desa Giripurno ambles dan putus.

Jembatan tersebut adalah satu-satunya yang digunakan warga sekitar serta para pengguna untuk menuju Giripurno-Ngadiharjo. Akibatnya aktivitas ekonomi dan kegiatan masyarakat sekitar terganggu karena harus memutar lebih jauh.

“Jembatan ini tidak hanya menghubungkan antarwilayah dusun, tetapi juga antardesa. Bahkan juga menghubungkan wilayah kecamatan lain, yaitu Kecamatan Salaman Magelang,” kata Kades Ngadiharjo Wahyu Sriyanto. Jalan ini juga dipakai untuk jalur wisata di wilayah Borobudur.

Di Kecamatan Salaman, hujan menyebabkan tebing setinggi 15 meter dan panjang 12 meter di Dusun Karangkulon Desa Kalirejo longsor. Material setebal 1-2 meter ini juga membawa 3 pohon dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Akibatnya jalan alternatif Magelang-Purworejo di Desa Kalirejo tidak bisa dilalui karena tertutup longsoran. (cr2/jpg/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here