33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Jalan Amblas, Sisa 2 Meter

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Senderan sepanjang 8 meter di jalan utama Pucungkerep – Lamuk longsor hingga menyisakan 2 meter badan jalan. Dugaan sementara, senderan berikut bahu jalan yang amblas disebabkan guyuran hujan intensitas tinggi yang terjadi di Kaliwiro pada Jumat (17/3). Akibat kondisi itu mobilitas warga terganggu.

Kades Pucungkerep Sapto Susilo menuturkan, sebelumnya sempat terlihat rekahan selebar 15 meter di bahu jalan. Karena tak tahu harus bagaimana membetulkan, rekahan terus melebar hingga separuh badan jalan ikut amblas. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten.

“Kalau bisa, cepat dianggarkan pakai dana TT (tak terduga) soalnya jalan yang amblas terus melebar saat hujan tiba,” katanya. Jalan tersebut diketahui menghubungkan banyak desa di Kaliwiro. Meliputi Desa Tanjunganom-Gambaran-Pucungkerep-Lamuk-Pesodongan-Kaliguo Ngasinan. Akses jalan tersebut merupakan jalan utama sehingga sangat dibutuhkan warga.

“Termasuk mobil angkut barang, atau mobil pengangkut hasil-hasil pertanian juga lewat situ makanya sangat mendesak diperbaiki,” terangnya.

Saat ini, kata kades, khusus untuk mobil harus bergantian jika melintasi jalan tersebut. Namun, jika diguyur hujan, dipastikan warga akan mengambil inisiatif menutup jalan sementara waktu. “Kalau mau dipaksakan malah berisiko, sebelahnya (yang amblas) juga sudah terlihat rekahan lagi,” kata kades Sapto.

Selain jalan amblas di dekat jembatan juga ada satu titik jalan amblas berada tak jauh dari lokasi pertama. Bahu jalan yang melorot tak selebar di dekat jembatan. Diperkirakan, memiliki panjang 3 meter dengan lebar sekitar 1 meter. Kondisi ini, juga dikhawatirkan warga jika tak segera diperbaiki. Mengingat bawahnya juga terdapat sungai.

“Ada dua titik yang amblas di waktu hampir bersamaan satu di jembatan, satunya nggak begitu besar tak jauh dari lokasi (dekat jembatan),” tandasnya.

Yunus Santosa, 27, Warga Lamuk turut mengkhawatirkan kondisi itu. Selain ancaman amblas susulan, minimnya penerangan jalan turut membahayakan pengendara yang melintas malam hari.

“Memang jalanan desa kami seperti itu, gampang longsor. Cuma untuk longsor yang sekarang bisa jadi tak terlihat kalau pas melaju kencang dari arah timur,” tuturnya.

Selain itu, kendaraan truk dipastikan tak berani melintas jalan tersebut. Padahal transportasi pengangkut hasil pertanian warga mayoritas menggunakan truk. Bukan mobil kecil. “Sementara paling dirasa aman, ketika memakai kendaraan colt dan sejenisnya, untuk truk saya pikir sangat berisiko,” jelas Yunus.

Kades Sapto menerangkan, jalan aspal tersebut sejatinya baru selesai dibangun setahun lalu oleh pemerintah. Namun karena kontur tanah di area Kaliwiro banyak tanah bergerak, jadinya aspal sekuat apapun tetap merekah kemudian amblas. Terlebih untuk jalan yang berada di tebing atau di dekat sungai.

“Harapan kami cepat dibangun, supaya nggak melebar juga nggak ngganggu mobilitas warga,” harapnya.

Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah kecamatan Borobudur pada Jumat (17/3) membuat Sungai Tempel di Dusun Genjahan meluap. Akibatnya jembatan jalan kabupaten yang menjadi penghubung Desa Ngadiharjo dan Desa Giripurno ambles dan putus.

Jembatan tersebut adalah satu-satunya yang digunakan warga sekitar serta para pengguna untuk menuju Giripurno-Ngadiharjo. Akibatnya aktivitas ekonomi dan kegiatan masyarakat sekitar terganggu karena harus memutar lebih jauh.

“Jembatan ini tidak hanya menghubungkan antarwilayah dusun, tetapi juga antardesa. Bahkan juga menghubungkan wilayah kecamatan lain, yaitu Kecamatan Salaman Magelang,” kata Kades Ngadiharjo Wahyu Sriyanto. Jalan ini juga dipakai untuk jalur wisata di wilayah Borobudur.

Di Kecamatan Salaman, hujan menyebabkan tebing setinggi 15 meter dan panjang 12 meter di Dusun Karangkulon Desa Kalirejo longsor. Material setebal 1-2 meter ini juga membawa 3 pohon dengan diameter sekitar 20 sentimeter. Akibatnya jalan alternatif Magelang-Purworejo di Desa Kalirejo tidak bisa dilalui karena tertutup longsoran. (cr2/jpg/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jateng Park Hanya Wacana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Proyek pembangunan Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang sepertinya hanya sekadar wacana. Sebab, rencana pembangunan...

Cuti Usai, Petahana Rawan Gerilya

SEMARANG - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng, Abhan Misbach khawatir, masa tenang kampanye Pemilu 2017 justru dimanfaatkan petahana untuk bergerilya. Sebab, masa cuti...

DPRD Kota Magelang Tak Ada Reses

MAGELANG - DPRD Kota Magelang hingga saat ini tidak melakukan reses seperti di kota dan kabupaten lainnya. Pasalnya, wilayah Kota Magelang cukup kecil sehingga...

Dijual Hingga Rp 200 Ribu, Buka Kelas Workshop

RADARSEMARANG.COM - Peduli terhadap kelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya  dengan pemanfaatan limbah rumah tangga seperti yang dilakukan Moch Tarom. Tangan...

Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

KUDUS - Sebanyak 20 siswa taruna pelayaran terbaik dari SMK Wisuda Karya Kudus mendapatkan beasiswa dari PT Asuransi Tokio Marine Indonesia. Beasiswa diserahkan langsung...

Rumah Sakit One Stop Service

RADARSEMARANG.COM - SMC RS Telogorejo merupakan rumah sakit swasta nasional di bawah Yayasan Kesehatan Telogorejo. Anggota yayasan ini merupakan tokoh masyarakat terpilih. Rumah sakit...