Bapak dan Anak Dituntut 1 Tahun 7 Bulan

874
SIDANG : Terdakwa Sofian yang didampingi kuasa hukumnya, Putro Satuhu usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDANG : Terdakwa Sofian yang didampingi kuasa hukumnya, Putro Satuhu usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – Diduga melakukan tindak pidana korupsi proyek pembuatan pintu intrusi air asin di Desa Mulyorejo, RT 13 RW 2, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, bapak dan dua anak kandung bernama Bisri, Khumaizi dan Sofian dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Pekalongan selama 1 tahun dan 7 bulan penjara. Tuntutan tersebut disampaikan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin.

Ketiga terdakwa dianggap JPU terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan subsider, pasal 3 jo pasal 18 undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah ke dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Selain pidana badan, ketiganya juga dijatuhkan pidana denda sebesar Rp 50 juta, Uang Pengganti (UP) sekitar Rp 55 juta subsidair 9 bulan, namun UP tersebut sudah dibayar penuh oleh terdakwa.

Dalam tuntutan itu, JPU Kejari Kabupaten Pekalongan, Tommy U Setiawan mengurai pertimbangannya. Di antaranya, hal yang meringankan para terdakwa adalah bersikap sopan dalam persidangan, memiliki tanggung jawab keluarga dan telah beritikad baik mengembalikan kerugian negara dengan menitipkan kepada penuntut umum sebesar Rp 54,7 juta, untuk mengganti UP dalam perkara tersebut.

“Sedangkan hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa adalah tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata JPU, Tommy dalam tuntutannya yang digelar secara terpisah, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Muhammad Sainal, kemarin.

Menanggapi tuntutan itu, kuasa hukum para terdakwa, Putro Satuhu dan Nugroho Budiantoro memastikan akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang selanjutnya. Menurutnya, dalam perkara itu, sudah menjerat delapan terdakwa yang semuanya penyedia barang. Sedangkan berkas perkaranya disidang secara terpisah.

“Dalam perkara itu, kliennya Bisri selaku Direktur CV Dwi Karya, Khumaizi meminjam bendera CV Sejahtera Abadi, sedangkan‎ Sofian ngesub menggunakan perusahaan milik Sugiyono yang tidak lain Direktur CV Citra Karya Utama,” kata kuasa hukumnya, Putro Satuhu. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here