Atasi Rob, Bupati Bangun Tanggul Raksasa

896
SOSIALISASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika sosialisasi penanganan darurat rob di kantor Kecamatan Tirto, kemarin.(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika sosialisasi penanganan darurat rob di kantor Kecamatan Tirto, kemarin.(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memastikan rencana Pemkab Pekalongan merealisasikan tanggul melintang atau Great Wall. Setelah pembebasan lahan milik warga Desa Jeruksari dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan dilakukan. Dan warga menerima ganti untung dengan nilai yang wajar.

Hal tersebut disampaikan bupati ketika sosialisasi penanganan darurat rob di kantor Kecamatan Tirto, Minggu (19/3) kemarin. Menurutnya, tanggul melintang dengan panjang 820 meter, lebar 3 meter dan tinggi 6 meter, akan dibangun untuk menahan air rob yang sudah melanda Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegal Dowo dan Karangjompo selama 10 tahun terakhir ini. Bahkan, lebih dari 6000 ribu rumah tergenang, 700 hektare sawah dan tambak tidak lagi dapat digunakan, karena terendam banjir rob.

Pemkab Pekalongan juga akan memasang 4 pipa air ukuran besar, untuk menyedot air yang berada di empat desa yang telah dikelilingi tanggul melintang dan membuang air rob ke Sungai Sengkarang. Sehingga banjir rob yang saat ini setinggi 20 hingga 40 sentimeter, bisa berkurang dan surut.

Kepala Desa Mulyorejo, Mubarok, mengungkapkan bahwa 4 warga desa yang terdampak rob, yakni Desa Mulyorejo, Jeruksari, Tegal Dowo dan Karangjompo sangat mendukung rencana pembangunan tanggul melintang yang akan segera dibangun oleh Pemkab Pekalongan, sebagai upaya menanggulangi banjir rob.

Menurutnya warga juga siap melakukan kerja bakti atau gotong royong, untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul melintang tersebut. Lantaran sudah lebih dari 10 tahun, warga hidup menderita di lingkungan banjir rob. “Kami siap melakukan gotong royong, agar pembangunan tanggul melintang segera terwujud. Kami yakin, jika tanggul melintang jadi, air banjir rob akan teratasi,” ungkap Mubarok.

Hal serupa disampaikan oleh Dandim 0710 Pekalongan Letkol Heri Bambang Wahyudi yang akan mengerahkan anggotanya untuk membantu gotong royong, pembangunan tanggul melintang raksasa tersebut. “Kami siap mendukung dan menyukseskan program ini. Kami turut ambil peran bergotong royong, agar pembangunan tanggul melintang raksasa segera terwujud, seperti harapan warga terdampak banjir rob,” kata Letkol Heri Wahyudi.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan bahwa

rencana Pemkab Pekalongan segera mewujudkan Great Wall, rencananya  akhir bulan Maret ini. “Bencana rob ini datangnya dari Pantai Utara. Memang semua pihak seharusnya bergerak cepat dan tanggap untuk menyelesaikan bencana ini. Insya Allah akhir Maret ini, akan segera dilakukan pembangunan,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here