Tak Mau Merugi, Pedagang Pasar Yaik Tolak Relokasi

1689
DEMO DI PASAR : Para pedagang Pasar Yaik Baru secara serentak menutup lapak dan kiosnya, untuk ikut menyuarakan penolakan relokasi ke MAJT, Sabtu (18/3) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMO DI PASAR : Para pedagang Pasar Yaik Baru secara serentak menutup lapak dan kiosnya, untuk ikut menyuarakan penolakan relokasi ke MAJT, Sabtu (18/3) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan pedagang Pasar Yaik Baru di kawasan Pasar Johar Semarang Tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Alasan mereka menolak relokasi lantaran tempat Pasar MAJT dinilai tidak layak.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (18/3) kemarin, terlihat aktivitas para pedagang di Pasar Yaik Baru yang berada dilingkup kawasan Pasar Johar Semarang tidak seperti hari biasanya. Kali ini, ratusan pedagang tidak berjualan dan sengaja menutup kios dan lapaknya secara serentak untuk menggelar aksi demo. Mereka menolak keras rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang akan melakukan relokasi pedagang di kawasan Pasar MAJT pada akhir tahun 2017.

Aksi unjukrasa dilaksanakan di dalam pasar, tempat mereka berjualan. Selain berorasi menyuarakan penolakan relokasi, pedagang juga membentangkan spanduk bertuliskan “Pedagang Pasar Yaik Baru Tidak Ingin Sengsara/ Menderita di Penampungan M.A.J.T SEMARANG”.

Salah satu pedagang, Narni mengatakan alasan penolakan relokasi lantaran tempat penampungan atau Pasar MAJT tidak layak. Selain tempat dan ukurannya yang sempit, banyak warga yang enggan berkunjung ke tempat tersebut. “Pada intinya kami menolak relokasi. Tempatnya tidak nyaman,” ungkapnya di sela aksi unjukrasa kemarin.

Menurutnya, Pemkot dalam mengambil kebijakan memindahkan para pedagang ke Pasar MAJT kurang menguntungkan para pedagang. Justru dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru bagi para pedagang lantaran sepi pembeli.

“Kami jualan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga keluarga kami. Kalau dipindah kesana, sama saja mematikan ekonomi dan menyengsarakan pedagang,” tegasnya.

Narni mencontohkan, para pedagang Pasar Johar yang tertimpa musibah kebakaran yang ditempatkan di Pasar MAJT, kondisinya sangat memprihatinkan. Tempat tersebut sepi pembeli lantaran masyarakat enggan berkunjung ditempat tersebut. “Contohnya sudah ada. Lihat saja para pedagang yang sudah disana (Pasar MAJT), mereka banyak yang rugi karena sepi pembeli,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Yaik, Mudasir mengungkapkan bahwa terdapat 800 pedagang dan pekerja yang sekarang menempati bangunan Pasar Yaik. “Disini ada ratusan pedagang dan karyawan yang bekerja. Sekarang ini pedagang mulai resah dan disengsarakan adanya rencana itu (relokasi, red),” katanya.

Para pedagang menduga, adanya permainan dibalik rencana relokasi tersebut. Pihaknya meminta agar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membantu mencarikan solusi yang tepat agar tidak merugikan semua pihak utamanya para pedagang. “Kami meminta kepada wali kota tetap mempertahankan para pedagang untuk berdagang di Pasar Yaik,” harapnya. (mha/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here