Lebih Dekat dengan Komunitas Sepeda Biscuit Semarang

Kombinasi Bersepeda, Jalan-Jalan dan Wisata Kuliner

1856
KOMPAK : Anggota komunitas Biscuit Semarang usai melakukan jalan-jalan dan wisata kuliner.
KOMPAK : Anggota komunitas Biscuit Semarang usai melakukan jalan-jalan dan wisata kuliner.

Komunitas Sepeda Biscuit Kota Semarang tidak hanya wadah bagi pecinta sepeda. Tetapi memadukan antara hobi bersepeda, jalan-jalan dan juga wisata kuliner.

MIFTAHUL A’LA

BERSEPEDA saat ini sudah tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Hobi yang satu ini semakin banyak diminati karena biayanya sangat murah dan bisa membuat badan menjadi sehat. Bahkan, di sejumlah daerah bersepeda sudah menjadi gaya hidup yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi bagaimana hobi itu dikombinasikan dengan jalan-jalan dan wisata kuliner? Tentu akan mendapatkan sensasi yang berbeda dan sangat menyenangkan.

Itulah yang dilakukan Komunitas Sepeda Biscuit Kota Semarang.

Biscuit bukan berarti makanan, tetapi kepanjangan kata dari bikes, culinary and travel. “Komunitas ini terbentuk sejak 17 Agustus 2015,” kata salah satu pendiri Komunitas Biscuit SemarangOpank.

Komunitas ini awalnya terbentuk dari obrolan ringan 10 orang yang memiliki hobi sama. Tidak hanya sekedar bersepeda, akhirnya mereka memutuskan untuk membuat Komunitas Sepeda Biscuit Semarang. Nama Biscuit diambil karena mereka ingin menggabungkan hobi bersepeda, jalan-jalan serta wisata kuliner. “Kami ingin sesuatu yang berbeda, makanya digabungkan. Karena kami juga memiliki hobi tersebut,” ujarnya.

Meski belum lama, ternyata respon masyarakat sangat bagus dan banyak yang ingin bergabung. Akhirnya komunitas ini semakin eksis dan mulai banyak anggotanya. Siapapun bisa bergabung, yang penting memiliki hobi bersepeda. Ada yang menggunakan sepeda lipat, BMX, onthel, touring, road, roda tiga sampai sepeda antik serta jenis sepeda lainnya. “Kami terbuka, kami ingin menjadi wadah bagi mereka yang ingin bersepeda, jalan-jalan dan wisata kulineran,” tambahnya.

Tidak hanya di Kota Semarang, komunitas inipun kerap merambah berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah daerah di Jateng sudah pernah menjadi jujukan untuk melampiaskan tiga hobi tersebut. Kebersamaan merupakan kunci utama dalam komunitas tersebut. “Kalau di daerah, biasanya yang menjadi tempat jujukan makanan khas. Jadi puas bersepeda dan jalan-jalan, perut bisa kenyang,” akunya.

Kota seperti Jogjakarta, Magelang, Kudus, Tegal, Kendal dan sejumlah daerah lain sudah pernah dijajaki. Medan baru justru menjadikan tantangan tersendiri bagi komunitas ini untuk bisa menaklukkan. Biasanya, ketika ada waktu luang anggota komunitas ini akan berkumpul dan akan langsung menjalankan misinya. “Semua bisa bergabung, karena ini hobi yang menyenangkan,” kata anggota Komunitas Biscuit, Maulana.

Sebagai ajang mendekatkan diri, komunitas ini berkumpul dua bulan sekali. Biasanya obrolan ringan mulai dari bertukar pengalaman sampai daerah mana yang akan dijadikan jujukan lagi. Komunitas ini selalu berputar di sejumlah daerah agar bisa menikmati dan menaklukan medan baru di sejumlah daerah di Jateng. “Selain berkumpul, kami juga biasa menjalin komunikasi lewat bersepeda bersama di Semarang. Setiap ada waktu bersama ya langsung berangkat,” tambahnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here