33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

138 Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Kekerasan seksual di Kota Semarang masih terbilang tinggi. Pada tahun 2016, tercatat 138 kasus kekerasan yang terjadi di 8 sekolah dan 5 kampung. Diperkirakan masih banyak kasus serupa yang belum tercatat atau dilaporkan kepada pihak terkait.

Hal tersebut dilansir Yayasan Setara, lembaga peduli dan pemerhati terhadap kemajuan hak anak-anak Kota Semarang. Manager Yayasan Setara, Ika Camelia mengatakan bahwa beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi korban maupun terjerat dalam tindakan seksual pada anak, di antaranya faktor lingkungan.

“Perkembangan teknologi menjadi salah satu pemicunya. Banyak kasus yang terjadi, justru dilakukan oleh sesama anak meskipun saat ini kasus kelainan seksual (pedofilia) muncul kembali ke permukaan,” katanya.

Menurutnya, sifat anak gemar mencoba-coba. Bahkan, pernah ada kejadian dimana anak di bawah umur melakukan hubungan seksual dengan temannya sendiri. Menurut pengakuan pelaku, hal itu dilandasi rasa ingin tahu pelaku akibat melihat orang tuanya melakukan hubungan intim.

“Itu karena 1 rumah diisi oleh 3 kepala keluarga (KK). Karena kebutuhan ruangan yang tidak terpenuhi itulah, membuat hal-hal yang bersifat privasi justru terabaikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (18/3) kemarin.

Perihal terbongkarnya jaringan pornografi anak melalui facebook, Ika mengatakan, perlu sinergitas antara orang tua dan pemerintah selaku pemangku pembuat peraturan. Memang banyak situs pornografi yang sudah diblokir khususnya oleh Kominfo, tetapi pengawasan di jejaring sosial masih sangat lemah. “Masih banyak akses pornografi yang bisa dilihat anak,” katanya.

Selain itu, katanya, antisipasi pemerintah juga masih lamban. Dia mencontohkan, browsing di internet terkadang tak sesuai dengan yang diharapkan. Keyword pada Google yang kita gunakan untuk mengakses informasi, justru mengantarkan kepada informasi yang tak ada kaitannya sama sekali.

“Mungkin itu terjadi karena ada kesamaan istilah, tetapi akan berbahaya bagi anak-anak. Pemerintah harusnya bisa membuat pelaporan kepada Google untuk memblokirnya,” tuturnya.

Terkait banyaknya kasus di lingkungan sekolah, dijelaskan, pengawasan guru terlalu lemah. Kesibukan guru dalam menyusun administrasi dan kurikulum menjadikan kegiatan yang dilakukan oleh pelajar terabaikan. Sehingga interaksi antara guru dan siswa berkurang.

“Untuk itulah, pendidikan ramah anak harus dilakukan dengan melibatkan anak dalam setiap hal, semisal dalam penentuan kebijakan. Tetapi, saat ini masih berjalan di tempat. Bahkan di beberapa sekolah baru sekedar sosialisasi,” ucapnya.

Untuk menyikapi hal itu, Ika menjelaskan jika pencegahan dan pengurangan risiko rentan dapat dilakukan dengan edukasi seks sejak usia dini. Artinya, edukasi tersebut disampaikan dengan analogi-analogi yang tepat. Hal itu pula harus dimengerti oleh orang tua. “Perlindungan anak berbasis masyarakat menjadi penting. Artinya masyarakat harus sudah berfikir maju terhadap problem yang muncul, khususnya kekerasan pada anak seperti yang dilakukan warga di Bugangan, Kuningan,dan Karangtempel,” pungkasnya. (mg28/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Masih Banyak Fasilitas Olahraga Tak Layak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Sistem Keolahragaan. Perda ini diharapkan mampu...

Jaga Kelestarian Area Hutan Tangkapan Air

WONOSOBO – Masyarakat diminta menjaga kelestarian tanaman di wilayah perbukitan. Sebab bila area hutan yang menjadi daerah tangkapan air gundul, banjir bisa mengancam penduduk...

Diduga KDRT, Anggota DPRD Jateng Dipolisikan

SEMARANG- Seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial FY, 40, warga Jalan Durian Raya, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Pelaporan ini...

15 Perokok Terjaring Satpol PP

SEMARANG - Para perokok di Kota Semarang saat ini perlu hati-hati. Perokok yang melanggar aturan Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013...

Silpa BOS Dikembalikan ke Kas Negara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2017 di Jawa Tengah akan dikembalikan ke pemerintah pusat. Sebagaimana data...

Bawang Impor Serbu Pasar

MAGELANG - Harga bawang putih sudah meroket sejak beberapa hari yang lalu hingga menembus angka Rp 60.000 per kilogram. Di sisi lain, bawang putih...