33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Suket e-KTP Dianggap Merepotkan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KAJEN – Kekosongan blangko e-KTP juga terjadi di Kabupaten Pekalongan. Stok blangko identitas penduduk tersebut sudah kosong sejak enam bulan terakhir. Akibatnya lebih dari 20 ribu warga di Kabupaten Pekalongan yang sudah melakukan perekaman, hingga sekarang belum mendapatkan kartu kependudukan.

Untuk mempermudah administrasi warga, terkait identitas kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan, menerbitkan Surat Keterangan (Suket) pengganti e-KTP.

Surat keterangan pengganti e-KTP tersebut dapat digunakan warga untuk berbagai keperluan administrasi seperti pembuatan SIM, pengajuan pembuatan Kartu BPJS dan sebagainya. Bahkan untuk pengajuan izin dan permohonan kredit di perbankan.

Suroji, 45, warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Jumat (17/3) mengungkapkan karena dirinya belum memiliki e-KTP, maka mengajukan surat keterangan kependudukan dari Disdukcapil. Yakni berupa satu lembar surat keterangan yang ditandatangani pejabat Disdukcapil.

Menurutnya surat keterangan tersebut sangat membantu untuk pengurusan administrasi berbagai kepentingan. Namun cukup merepotkan karena bentuknya satu lembar kertas HVS, yang harus dibawa kemana-mana dan tidak boleh rusak.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pekalongan, Bambang Supriyadi, saat mendampingi Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, di Kantor Disdukcapil membenarkan bahwa blangko e-KTP sudah habis sejak akhir 2016. Guna mempermudah administrasi kependudukan warga, maka Disdukcapil mengeluarkan Suket yang fungsinya hampir sama dengan e-KTP.

Menurutnya Disdukcapil pada tahun 2016, sudah menerima menerima 57.540 keping blangko e-KTP, dari Direktur Jenderal Administrasi dan Kependudukan (Dirjen Adminduk). Jumlah tersebut sudah habis digunakan, dengan rincian untuk memenuhi 54.833 pemohon, dan sisanya 2.707 keping rusak pada saat pencetakan.

’’Pada tanggal 6 Oktober 2016, blangko e-KTP habis. Dari Mendagri juga sudah mengirimkan surat edaran tertanggal 29 September lalu, yang intinya pemerintah pusat sudah kehabisan stok blangko lantaran telah dibagi ke seluruh Indonesia,’’ katanya.

Dia menandaskan ketersediaan blangko dimungkinkan baru akan ada sebulan mendatang. Karena pengadaan e-KTP sudah ada pemenang lelangnya. Menurutnya pemenang lelang pengadaan e-KTP, yakni PT Pura Barutama Kudus, memenangkan lelang untuk pengadaan tujuh juta keping blangko e-KTP, dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp 367 miliar.

’’Sudah setengah tahun ini stok blangko dari pusat kosong. Namun, ada angin segar bahwa dikabarkan pemenang lelang untuk pengadaan E-KTP sudah ada, sehingga kemungkinan sebulan ke depan stok sudah tersedia,’’ tandasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...