Mei, Operasional Tersentral

1655
BARU : Ketua PMI Wonosobo Muhson bersama petugas PMI menunjukkan ruang pengambilan darah. (Zain zainudin/radar kedu)
BARU : Ketua PMI Wonosobo Muhson bersama petugas PMI menunjukkan ruang pengambilan darah. (Zain zainudin/radar kedu)

WONOSOBO – Unit PMI Wonosobo selama ini belum sepenuhnya pindah ke kantor baru di Andongsili. Hal itu lantaran beberapa sebab. Yakni gedung baru di Andongsili masih banyak kekurangan.

Ketua PMI Kabupaten Wonosob, Muhson menegaskan kekurangan di gedung baru seperti tembok interior yang tidak standar. Tidak adanya ipal, dan listrik yang kurang mencukupi untuk alat pengambilan darah serta penyimpanannya. Kini, kata dia, satu per satu telah diselesaikan, dan ditarget unit PMI akan pindah total pada Mei 2017.

“Memperbaiki dinding tembok sudah, bikin sekat-sekat sudah. Yang belum power house (listrik) dan ipal. Itupun akan digarap cepat waktu sebulan ini,” kata dia di kantornya.

Muhson berujar jika nanti berhasil pindah, semua layanan PMI bisa tersentral menjadi satu. Bangunan baru yang menghabiskan biaya banyak ini bisa dimaksimalkan. “Bahkan poliklinik di sini sudah jalan, yang belum untuk layanan pengambilan darah,” katanya.

Terpantau, ruangan yang rencananya tempat pengambilan darah mulai berbentuk. Bangunan tembok yang mulanya dianggap tidak standar sudah direhab. Bilik-bilik setiap bagian, mulai dari tempat pasien diambil darahnya, pemeriksaan darah dan tempat meletakkan blood bank sudah disekat.

Gedung berarsitektur modern, dengan luas total mencapai 312 meter persegi tersebut merupakan bangunan sangat baik untuk ukuran PMI di Jateng. Namun, belakangan ini sempat mengundang tanya masyarakat. Pasalnya pengambilan darah di unit lama masih tetap beroperasi. Sementara masyarakat yang hendak donor ke kantor baru sempat kecelek.

“Saya pastikan bulan Mei donor darah bisa dilayani di sini (Andongsili),” tegas Muhson.

Pemaksimalan bangunan PMI baru didukung koordinator Bhakti Alumni SMA 1, Handoyo yang biasa menggelar acara donor rutin. Menurutnya, patut disayangkan jika bangunan yang menghabiskan anggaran tak sedikit itu tidak dimaksimalkan fungsinya.

“Di sana kan sudah dibikin sedemikian rupa, dengan adanya fasilitas yang komplit dan dokter jaga. Sehingga dengan terintegrasinya layanan donordarah, maka akan mempermudah banyak hal,” ujarnya. (cr2/lis).

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here