Dikelola Profesional, Silatri Sumbang Kas Desa

2135
MANDIRI : Pertokoan yang dikelola BUMDes Silatri Indah Desa Beran Kecamatan Kepil mampu menyumbang pendapatan desa.
MANDIRI : Pertokoan yang dikelola BUMDes Silatri Indah Desa Beran Kecamatan Kepil mampu menyumbang pendapatan desa.

WONOSOBO – Laba bersih (netto) BUMDes Silatri Indah terus meningkat setiap tahunnya. Terbukti, BUMDes yang memiliki usaha di Jalan Wonosobo Magelang km 27 Beran, Kepil ini mampu meraup untung Rp 64 juta sepanjang 2016. Dengan laba sebanyak itu, BUMDes tersebut berhasil menyumbang pendapatan ke desa Rp 32 juta.

“Peningkatan laba cukup tinggi. Pada 2015 sisa hasil usaha kita baru Rp 18 juta,” jelas Direktur BUMDes Silatri Indah, Akhmat, Kamis (16/3).

Dengan peningkatan laba cukup signifikan ini, sekaligus menampik keraguan pemdes, bahwa BUMDes hanya membuang-buang uang. BUMDes menurutnya bakal berkembang apabila digarap secara profesional.

“Tentu capaian BUMDes tidak hanya terfokus pada laba semata. Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga jadi prioritas BUMDes,” aku laki-laki yang juga menjabat ketua Paguyuban BUMDes Wonosobo (Pabuwon) itu.

Dikatakan cikal bakal BUMDes Silatri Indah sudah dimulai pada 2012. Waktu itu desa bersama masyarakat Beran, memiliki usaha di bidang peternakan yaitu penggemukan sapi. Modal usahanya berasal dari penyertaan saham masyarakat Desa Beran ditambah penyertaan modal dari pemerintah desa.

“Kita mempunyai mimpi sama, mewujudkan Desa Beran ini menjadi desa mandiri,” katanya.

Setahun jalan, usaha yang baru dirintis itu mengalami kerugian hingga gulung tikar. Penyebabnya, fluktuasi harga sapi yang turun drastis pada tahun 2013. Waktu itu, kata dia, hanya menyisakan aset kandang dengan ukuran panjang 30 meter dan lebar 9 meter.

Hingga pada 2013 akhir, seiring dengan adanya kebijakan pemerintah tentang BUMDes, yaitu dengan dimunculkannya UU Desa tahun 2004 dan disusul UU berikutnya tentang BUMDes, BUMDes Beran mulai ditata dan diseriusi.

“Pada 2013 BUMDes Silatri Indah mulai ditata kembali. Mulai dari legalitas hukum, pembaharuan perdes, AD/ART dan SK, hingga pengangkatan direksi,” jelasnya.

Setahun kemudian, sambung dia, jajaran direksi membuat konsep pengembangan usaha jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Adapun varian usaha BUMDes Silatri yakni penyediaan toko kelontong, toserba (untuk makanan khas), wisata dan usaha perikanan.

BUMDes Silatri dikatakan telah menargetkan pembangunan wahana wisata air (kolam renang snorkling) dan wisata edukasi (pengelolaan pertanian inmindi) akan mulai dibangun di 2017 ini. Adapun laba berasal dari sewa kios (kelontong) yang disewakan dengan sistem sewa harian.

Setiap penyewa dikenakan tarif senilai Rp 10.000. Jumlah kios saat ini, sebanyak 17 unit. Dengan rincian 9 kios dibangun dengan dana BUMDes, sementara 8 kios sebelah timur dibangun oleh warga secara inisiatif. Pedagang yang menempati di 17 kios tersebut dikenakan biaya sewa sama.

“Laba yang dihasilkan tahun depan saya yakin jauh lebih banyak. Terlebih dengan adanya unit usaha baru (toserba) yang sekarang sudah mulai dioperasikan,” pungkasnya. (cr2/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here