Tembakau Gorila Beredar via Online

3765
BARANG HARAM : Kapolres Batang AKBP Juli Agung saat menggelar perkara terkait pengungkapan jarigan narkoba di Batang dari pil koplo hingga tembakau Gorila (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BARANG HARAM : Kapolres Batang AKBP Juli Agung saat menggelar perkara terkait pengungkapan jarigan narkoba di Batang dari pil koplo hingga tembakau Gorila (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Maraknya peredaran tembakau dengan kandungan Narkoba, atau Tembakau Gorila ternyata sudah sampai di Kabupaten Batang. Peredaran tembakau memabukkan tersebut, diakui penggunanya didapat secara online dari bandar besar.

Hal tersebut terungkap saat Polres Batang menggelar perkara penangkapan 9 pelaku narkoba di wilayah hukumnya, Kamis (16/3). “Kami berhasil menangkap 9 orang tersangka, sejak bulan kemarin hingga sekarang. Berikut barang buktinya, berupa ribuan pil koplo hingga tembakau Gorila,” ucap Kapolres Batang AKBP Juli Agung.

Penangkapan tersebut diakui hasil  dari informasi masyarakat yang dapat dipercaya. Dari 8 TKP dan 8 Laporan. Adapun diantaranya 1 orang tersangka atas nama Krisdanto, 33,seorang sopir dengan kasus sabu, dengan barang bukti 4 paket siap edar. Kemudian 6 orang tersangka pil dextro dan heyxmer (1 tersangka dibawah umur) dengan barang bukti total 3. 917 dengan rincian,  3.626 pil dextro dan 291 pil heyxmer.

Serta 2 orang pengedar Tembakau Gorila, atas nama Nurul Huda, 23, sebagai pengedar dan Sabdho, 32,sebagai pemakai. Beserta 8 linting tembakau gorillanya, siap hisap.

Terkait tembakau Gorila, menurut Kapolres barang tersebut didapat para tersangka melalui pembelian secara online. Modus operandinya sama, karena juga dikirim ke daerah lain di Polda Jateng.

Dalam penangkapan tersangka polisi sudah punya cara, termasuk bareskrim biro dan jajaran satuan subdit tanfani. Yang memiliki tim cyber untuk pengawasan transakasi online.

Dijelaskan Kapolres, sebenarnya Tembakau Gorila merupakan tembakau biasa yang dijual di pasaran, namun yang kelas super. Kemudian diolah lagi, dengan disemprot cairan narkoba. Atau secara analisa forensik, kandungan secara ilmiah cairan tersebut turunan narkotika, katagori 87, 86 dan Abch Inaka. Kemudian dilinting manual dengan fapir, baru diedarkan dipasar.

“Kami bersyukur informasi dari Polri, pengedar utama tembakau Gorila ini sudah tertangkap di wilayah Polda Jatim. Dan ini sisa-sisa barangnya, yang diedarkan oleh anak buahnya,” jelas Kapolres.

Pelaku pengedar Tembakau Gorila sendiri, Huda mengakui penasaran dengan tembakau tersebut sehingga pesan via online. “Saya beli secara online,belum sempat konsumsi seperti apa rasanya. Langsung saya jual, per linting Rp 50 ribu, belinya dulu 8 linting seharga Rp 350 ribu,” jelasnya.

Atas perbuatan semua tersangka, Polres Batang akan menjeratnya dengan pasal 112 UU Narkotika, dengan ancaman maksimal 10 tahun. (han/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here