Sopir Ugal-ugalan, Truk Disandera

3851
DIBLOKIR : Ratusan warga dari Kecamatan Sragi dan Bojong, melakukan aksi pemblokiran jalan, dan penahanan armada truk PT SMJ di pertigaan jalan raya Sragi, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
DIBLOKIR : Ratusan warga dari Kecamatan Sragi dan Bojong, melakukan aksi pemblokiran jalan, dan penahanan armada truk PT SMJ di pertigaan jalan raya Sragi, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Jalan sepanjang Sragi hingga Bojong rusak, licin dan berdebu akibat ulah sopir armada pengangkut galian tanah milik PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) yang ugal-ugalan ketika mengemudi. Banyak pengendara terjatuh akubat kondisi tersebut. Kamis (16/3) ratusan warga dari Kecamatan Sragi dan Bojong melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan menuju Sragi, dan menahan armada milik PT SMJ.

Akibatnya, akses jalan dari Pemalang dan Bojong yang hendak menuju ke Sragi harus berbalik arah, karena jalan diblokir. Sedangkan semua armada truk dump milik SMJ yang masuk ke Sragi langsung ditahan warga, untuk tidak beroperasional dan lewat di jalan sepanjang Kecamatan Sragi.

Aksi penutupan tersebut, tidak hanya membuat jalanan macet. Namun juga menganggu aktivitas para pedagang yang berada di sepanjang Sragi. Aksi bubar satu jam kemudian, setelah Kapolres Pekalongan, AKBP.Wawan Kurniawan datang ke lokasi unjuk rasa dan menjamin akan mengawal tuntutan warga tersebut.

Warga merasa kesal dengan aktivitas armada milik PTSMJ yang membuat jalan menjadi rusak, licin dan berdebu. Akibatnya, puluhan rumah makan yang ada di Pujasera Sragi tutup karena banyaknya debu yang beterbangan. Juga tidak sedikit kecelakaan lalu lintas yang terjadi, yakni korban terjatuh dari motor karena jalan licin saat hujan.

Meski warga berulangkali melakukan teguran ke Kantor PTSMJ, namun tidak pernah direspon oleh manajemen. Bahkan puluhan warga mendatangi basecamp PT SMJ meminta agar jalan yang dilalui truk dibersihkan. Namun tetap tidak pernah direspon. Bahkan kegiatan justru dilakukan hingga malam hari.

Koordinator aksi unjuk rasa jalan tol, Moh Lukman, mengungkapkan bahwa aksi blokir dan penahanan armada truk karena aktivitas yang dilakukan PT SMJ telah membuat  jalan menjadi rusak, serta jalan menjadi berdebu dan licin, dan sangat merugikan masyarakat sekitar proyek.

Menurutnya warga menuntut agar ada kepastian dari SMJ untuk memperbaiki jalan yang rusak, dan mau melakukan perbersihan jalan dari ceceran tanah merah, yang dibawa oleh truk.

Lukman juga mengatakan warganya akan tetap melakukan pemblokiran, dan penahanan terhadap armada truk selama tidak ada jaminan akan adanya perbaikan jalan, dan tidak lagi menganggu aktivitas warga.

Menurutnya jika tuntutan tidak dipenuhi, maka warga akan melakukan penutupan jalan menuju Sragi, serta akan menutup semua akses jalan yang dilalui oleh armada PT SMJ.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa Polres akan mengawal tuntutan masyarakat, hingga PT SMJ bersedia memenuhi tuntutan masyarakat. Yakni adanya pembesihan jalan agar tidak licin dan berdebu.

Menurutnya jika armada PT SMJ tidak menutup bak truk dengan terpal, sopir armada tidak memiliki SIM, dan mengemudikan armadanya dengan ugal-ugalan. Maka Polres Pekalongan akan melakukan tindakan tegas, demi ketertiban masyarakat.

“Mari kita kawal bersama tuntutan masyarakat, jika armada PT SMJ masih membawa material dengan tidak menutupnya dengan terpal,” tegasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here