Rumah Juragan Ternak Dirampok

453
JEJAK PELAKU: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP, melacak jejak pencuri dengan menggunakan anjing pelacak. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
JEJAK PELAKU: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP, melacak jejak pencuri dengan menggunakan anjing pelacak. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

GAYAMSARI – Rumah seorang pedagang sapi dan kambing, bernama Muksin, warga Gang Kalicari I, Kelurahan Kalicari, Kecamatan Pedurungan, dibobol pencuri, pada Kamis (16/3) sekitar pukul 11.00. Pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 50 juta dan perhiasan emas dengan total berat 250 gram.

Petugas kepolisian yang mendapat informasi langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan membawa anjing pelacak untuk menelusuri jejak pencuri.

Menurut Muksin, saat kejadian sedang berada di kandang ternaknya memberi makan kambing dan sapi. “Rumah pas sepi, istri saya (Hj. Siti Basiroh) sedang takziah,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Muksin menduga, pelaku sudah mengetahui situasi lingkungan sekitar kemudian dengan mudah lewat pintu depan yang tidak terkunci.”Tahunya pas saya pulang rumah, mau mandi terus rencananya nyusul untuk takziah. Masuk ke dalam rumah sudah acak-acakan. Pintu kamar yang tadinya tertutup terkunci, sudah terbuka. Dua kamar sudah bukaan semua, mungkin dicongkel,” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Muksin lantas memberitahu istrinya. Sang istri pun terkejut dengan almari kamar tidurnya yang berantakan. Bahkan, harta benda miliknya yang tersimpan di dalam kamar sudah raib.”Uang Rp 50 juta sudah gak ada. Kalung emas, gelang dan cincin hilang,” katanya.

Muksin menambahkan, saat pelaku masuk ke dalam rumah dan mencongkel pintu kamar tidurnya sempat terdengar oleh saudaranya. Namun, suara congkelan pintu tersebut tidak menaruh kecurigaan oleh saudaranya yang tinggal di samping rumahnya.”Tadi Aryo juga bilang mendengar suara. Mungkin suara pas mencongkel pintu kamar,” imbuhnya.

Melihat kejadian itu, putra kedua pasangan Muksin dan Siti Basiroh, bernama Masud langsung berinisiatif melihat hasil rekaman gambar CCTV yang terpasang di jalan samping rumah milik tetangganya. Gambar dari rekaman tersebut memperlihatkan adanya seorang pengendara yang keluar masuk halaman rumahnya hingga tiga kali.

“Terekam di CCTV. Awalnya itu orangnya (pelaku) pertama naik sepeda motor masuk halaman rumah sekitar satu menit. Itu ibu saya masih di dalam rumah, mau pergi takziah. Terus balik lagi, sekitar 5 menit tapi keluar lagi. Begitu ibu saya keluar rumah ke tempat takziah, orangnya datang lagi dan kemudian masuk ke dalam rumah. Ya ada sekitar 12 menitan terus keluar rumah sampai ujung gang jalan raya,” terangnya.

Masud menambahkan, pelaku pencurian tersebut tidak terlihat wajahnya lantaran ketika turun dari kendaraan dan masuk ke dalam rumah masih mengenakan helm. Hanya saja, ciri-ciri pelaku terlihat berbadan besar, mengenakan jaket dan helm hitam.

“Satu orang naik kendaraan. Tadi pas habis kejadian itu, ada temenya bapak juga yang sedang duduk di kursi depan rumah. Tapi dia nggak tahu adanya kejadian ini,” ujarnya.

Petugas Polsek Pedurungan dan Tim Inafis Polrestabes Semarang yang mendapat informasi langsung datang kelokasi melakukan olah TKP dengan membawa anjing pelacak.

Terlihat, anjing pelacak tersebut mengendus ke tanah menyusuri mulai halaman rumah hingga masuk ke dalam rumah, termasuk dua kamar tersebut. Kemudian keluar lagi mengendus menelusuri jejak pelaku hingga ke jalan samping rumah korban hingga gapura Jalan Supriyadi. Namun di lokasi tersebut anjing pelacak telah kehilangan jejak.

“Pelakunya mengendarai sepeda motor. Sebab pas di depan gapura anjing saya sudah kehilangan jejak. Sudah dua kali ditelusuri, hilangnya jejak ya disitu lagi,” ungkap salah satu petugas dari Polrestabes Semarang. (mha/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here