PT KAI Berlakukan Aturan Khusus Penumpang Hamil

330
CEK GERBONG: Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat meninjau kesiapan arus mudik lebaran di salah satu gerbong di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK GERBONG: Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro saat meninjau kesiapan arus mudik lebaran di salah satu gerbong di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Banyaknya kasus ibu hamil yang melahirkan di dalam kereta api (KA) membuat PT KAI (Persero) memberlakukan aturan khusus bagi ibu hamil yang menggunakan jasa KA mulai 31 Maret mendatang.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edi Koeswoyo,  mengatakan jika ketentuan bagi calon penumpang yang hamil diperbolehkan naik KA jarak jauh di usia kehamilan 14 sampai dengan 28 minggu. Sementara jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, ibu hamil tersebut wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan ibu dalam keadaan sehat, dan tidak ada kelainan kandungan.

“Langkah ini diambil karena banyaknya kasus ibu hamil yang melahirkan di dalam kereta. Selain itu, untuk menjaga kelancaran perjalanan kereta,” katanya usai mendampingi tinjauan persiapan arus mudik Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, di Stasiun Tawang, Kamis (16/3) siang.

Aturan bagi ibu hamil itu sendiri, lanjut dia, juga harus didampingi seorang pendamping khusus ibu hamil yang melakukan perjalanan dengan KA jarak jauh. Bila aturan tersebut dilanggar saat tiba di stasiun atau saat melakukan boarding pass,  calon penumpang diizinkan melanjutkan perjalanan dengan syarat wajib melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun keberangkatan, dan membuat surat pernyataan bahwa PT KAI dibebaskan dari pertanggungjawaban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.

“Jika di dalam kereta kondektur mendapati penumpang hamil yang melanggar ketentuan tersebut di atas KA, maka penumpang hamil yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa dia sanggup melakukan perjalanan KA jarak jauh dan segala risiko menjadi tanggung jawab penumpang,” tuturnya.
Selain itu, saat melakukan pemeriksaan di pos kesehatan dinyatakan  bahwa penumpang tersebut tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, PT KAI akan membatalkan keberangkatan penumpang, serta mengembalikan tiket yang sudah dibeli. “Jika tidak lolos tes ya tiketnya dikembalikan, kami harap aturan ini dapat memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang pada umumnya, dan penumpang hamil khususnya,” ujarnya.

Terkait kesiapan angkutan lebaran, Direktur Utama PT  KAI Edi Sukmoro mengaku telah melakukan inspeksi di sejumlah stasiun yang dilewati saat musim mudik dan berpotensi terjadi lonjakan penumpang. Untuk angkutan lebaran tahun ini PT KAI menyediakan sedikitnya 222 ribu kursi bagi para pemudik. “Tahun lalu ada lonjakan penumpang sekitar 6 persen, tahun ini prediksinya penumpang naik 2,1 persen,” jelasnya.

Untuk tiket KA angkutan lebaran sendiri, lanjut Edi, sudah bsa dipesan mulai Kamis (17/3) pukul 00.00 kemarin, atau 90 hari sebelum lebaran. Tiket bisa dipesan di chanel eksternal, loket atapun call center 121. “Pemesanan tiket Lebaran memang sengaja bisa dilakukan jauh-jauh hari dengan tujuan agar masyarakat bisa mempersiapkan jadwal mudik,” katanya. (den/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here