33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Peradi Bantu Warga Miskin di Demak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

DEMAK– Para advokat Semarang yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)  versi Jenifer Girsang pimpinan Theodorus Yosep Parera, kemarin, memberikan bantuan kepada dua warga miskin di Desa Krandon, Kecamatan Guntur. Yaitu, keluarga Nur Asiyah, 38, dan Rukayah, 75, warga RT 9 RW 3, Desa Krandon.

Selain mendapatkan sembako berupa beras, gula, teh, minyak goreng dan lainnya, masing-masing juga diberai uang Rp 750 ribu. Tidak hanya itu. Dalam waktu dekat ini, rumah mereka yang tidak layak huni ini juga akan dibedah atau dibangun.

Ketua Peradi Semarang, Theodorus Yosep Parera mengatakan, banyak sekali masyarakat miskin yang hidup sendiri di rumahnya yang kecil dan tidak layak. Usia mereka juga sudah tua. “Karena itu, kita sebagai advokat tidak hanya bagaimana menegakkan hukum di persidangan saja, namun bagaimana kita juga memperjuangkan mereka yang miskin ini hidup berkecukupan. Saya kira, negara juga harus turun tangan untuk ikut membantu mereka agar kehidupannya lebih layak,” katanya.

Pihaknya akan mengahimpun para advokat di Jateng ini untuk membantu warga miskin. “Kita turun langsung kelapangan untuk melihat fakta yang sebenarnya. Mereka kita bantu dan rumah kita bedah agar layak huni,” ujar Parera.

Mendapatkan bantuan dari advokat ini, Nur Asiyah maupun Rukayah merasa senang. Sebab, masih ada pihak yang memperhatikan nasibanya. Nur Asiyah mengatakan, dirinya hanya bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan, suaminya Purwanto kerja serabutan atau kuli bangunan. “Kalau tidak ada kerjaan ya nganggur seperti ini,”ungkap Asiyah.

Dengan penghasilan yang minim, keduanya menanggung biaya sekolah dua anaknya. Yaitu, Aris Kurniawan, 18,  dan Paingkan Auliya, 9. “Untuk Aris sudah lulus SLTA. Tapi, masih menganggur,”katanya. Sedangkan, Rukayah diusianya yang makin renta, ia harus menghuni gubug reot sendirian.  (hib/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...