33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Napi Nusakambangan Kendalikan Sabu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MUNGKID—Napi Nusakambangan diduga masih bisa mengendalikan peredaran sabu-sabu hingga wilayah Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap saat polisi menangkap Wahyu Try Wibowo, 25, warga Punduhan Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kemarin.

Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,76 gram. “Dalam pemeriksaan yang kita lakukan, diduga kuat peredaran sabu yang didapatkan oleh tersangka, bersumber dari seorang napi di Nusakambangan,” kata Kasat Narkoba Polres Magelang, AKP Eko Sumbodo. Barang haram itu dibeli tersangka seharga Rp 1,8 juta. Proses pembayaran dilakukan dengan cara mentransfer ke BCA.

Menurut Eko Sumbodo, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Polisi lantas mengintai tersangka dan membekuknya di rumah. Selain sabu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, berupa pipet, bungkus rokok, dan sendok kecil. “Dari hasil tes, urine tersangka juga dinyatakan positif.”

Eko menambahkan, pelaku diduga kuat tak hanya pengguna. Melainkan juga pengedar. “Kalau hanya dipakai sendiri, tersangka tidak akan memecah-mecah bongkahan sabu-sabu. Rugi dong dipecah, karena ada butiran yang menempel di plastik. Kalau dibagi ke lima bungkus kecil, pasti niatannya akan dijual lagi,” kata Eko Sumbodo.

Wahyu membantah sebagai pengedar. “Saya konsumsi sendiri. Saat ditangkap, saya baru saja pakai. Saya diajak oleh Edy, warga Pringtali. Ia yang mengenalkan saya pada Ipin dari Nusakambangan. Saya beli online dan barang diantar ke alamat yang ditunjukan,” kata Wahyu, usai menjalani pemeriksaan polisi, Kamis (16/3) kemarin.

Pria pengangguran itu mengaku mencicipi sabu kali pertama pada 2015 silam, ketika merantau ke Jambi. Ia dikenalkan sabu oleh warga Jambi bernama Ages. Jelang Ramadan 2016, Wahyu pulang ke Mertoyudan dan kembali bersentuhan dengan sabu, setelah berhubungan dengan Edy, tetangga kampungnya.

Jika awalnya hanya sekedar mencoba, maka pada September 2016, Wahyu membeli sendiri 0,5 gram sabu seharga Rp 600 ribu. Merasa ketagihan, Wahyu membeli lagi pada Oktober 2016 bersama rekan-rekannya. Sempat tidak memakai, ia kembali membeli sabu seberat 1,76 gram seharga Rp 1.800.000 dari Ipin di Nusakambangan.

Wahyu mengaku, sabu sebanyak itu akan dipakai sendiri. Agar tidak diketahui keluarga, sabu ia sembunyikan di dalam bungkus rokok dan diletakkan di halaman rumah. Namun, keterangan Wahyu dimentahkan oleh polisi.

Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dan atau pasal 127 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Jika terbukti, mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 8 miliar. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...