Napi Nusakambangan Kendalikan Sabu

463
BAHAYA : Tersangka Wahyu T saat diperiksa di hadapan Kasat Narkoba Polres Magelang Eko Sumbodo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
BAHAYA : Tersangka Wahyu T saat diperiksa di hadapan Kasat Narkoba Polres Magelang Eko Sumbodo, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Napi Nusakambangan diduga masih bisa mengendalikan peredaran sabu-sabu hingga wilayah Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap saat polisi menangkap Wahyu Try Wibowo, 25, warga Punduhan Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kemarin.

Dari tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,76 gram. “Dalam pemeriksaan yang kita lakukan, diduga kuat peredaran sabu yang didapatkan oleh tersangka, bersumber dari seorang napi di Nusakambangan,” kata Kasat Narkoba Polres Magelang, AKP Eko Sumbodo. Barang haram itu dibeli tersangka seharga Rp 1,8 juta. Proses pembayaran dilakukan dengan cara mentransfer ke BCA.

Menurut Eko Sumbodo, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Polisi lantas mengintai tersangka dan membekuknya di rumah. Selain sabu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, berupa pipet, bungkus rokok, dan sendok kecil. “Dari hasil tes, urine tersangka juga dinyatakan positif.”

Eko menambahkan, pelaku diduga kuat tak hanya pengguna. Melainkan juga pengedar. “Kalau hanya dipakai sendiri, tersangka tidak akan memecah-mecah bongkahan sabu-sabu. Rugi dong dipecah, karena ada butiran yang menempel di plastik. Kalau dibagi ke lima bungkus kecil, pasti niatannya akan dijual lagi,” kata Eko Sumbodo.

Wahyu membantah sebagai pengedar. “Saya konsumsi sendiri. Saat ditangkap, saya baru saja pakai. Saya diajak oleh Edy, warga Pringtali. Ia yang mengenalkan saya pada Ipin dari Nusakambangan. Saya beli online dan barang diantar ke alamat yang ditunjukan,” kata Wahyu, usai menjalani pemeriksaan polisi, Kamis (16/3) kemarin.

Pria pengangguran itu mengaku mencicipi sabu kali pertama pada 2015 silam, ketika merantau ke Jambi. Ia dikenalkan sabu oleh warga Jambi bernama Ages. Jelang Ramadan 2016, Wahyu pulang ke Mertoyudan dan kembali bersentuhan dengan sabu, setelah berhubungan dengan Edy, tetangga kampungnya.

Jika awalnya hanya sekedar mencoba, maka pada September 2016, Wahyu membeli sendiri 0,5 gram sabu seharga Rp 600 ribu. Merasa ketagihan, Wahyu membeli lagi pada Oktober 2016 bersama rekan-rekannya. Sempat tidak memakai, ia kembali membeli sabu seberat 1,76 gram seharga Rp 1.800.000 dari Ipin di Nusakambangan.

Wahyu mengaku, sabu sebanyak itu akan dipakai sendiri. Agar tidak diketahui keluarga, sabu ia sembunyikan di dalam bungkus rokok dan diletakkan di halaman rumah. Namun, keterangan Wahyu dimentahkan oleh polisi.

Polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dan atau pasal 127 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Jika terbukti, mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 8 miliar. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here