Ajari Masak Lele, Gajar Dapat Doa

417
MASAK LELE: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mengajar di SMKN 1 Sayung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
MASAK LELE: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat mengajar di SMKN 1 Sayung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Disela berkunjung ke Demak, Gubernur Ganjar Pranowo menyempatkan diri mengajar di SMKN 1 Sayung, Kecamatan Sayung. Dalam kesempatan itu, Ganjar mengajar jasa tata boga yakni memasak ikan lele, Rabu (15/3) lalu.

Melihat kepiawaian memasak ini, para siswa pun banyak belajar memasak dari Gubernur Jateng tersebut. Ganjar ke SMKN 1 Sayung dalam rangka program Gubernur Mengajar. Saat mengajar ini, Ganjar tidak memberikan teori pelajaran. Namun, ia mencoba bertanya ke siswa yang selama ini berlajar di SMKN 1 Sayung. “Kalian dijurusan Boga ini diajari apa,” tanya Ganjar.

Mendapati pertanyaan itu, seorang siswi yang bernama Nurul langsung menjawab diajari masak ikan lele. Kemudian, siswi tersebut diminta untuk mempraktikkan cara menggoreng ikan lele. Melihat praktik siswi memasak ikan ini, Ganjar kemudian memberikan tips agar sebelum digoreng, ikan diiris tipis lalu dilumuri bumbu.

Dengan demikian, ikan yang digoreng rasanya lezat karena bumbunya meresap dalam daging ikan lele tersebut. Saat mengajar selama 1,5 jam ini, Gubernur Ganjar menyelingi dengan candaan sehingga suasana tetap cair dan menyenangkan.

Sebelumnya, Ganjar mengelilingi lingkungan sekolah dan menemukan ruangan kelas yang tidak dapat digunakan lanatran sering kena rob. Kepala SMKN 1 Sayung, Sutoko mengatakan, hingga kini belum ada anggaran untuk meninggikan lantai ruang kelas tersebut.  “Memang perlu ditinggikan lantainya. Tapi, belum ada dana,” ujar Sutoko.

Disela kunjungannya itu, Ganjar juga dikejutkan dengan seorang siswa yang ingin berdoa untuknya, terkait dugaan keterlibatan Ganjar dalam kasus korupsi E-KTP ketika menjabat sebagai Wakil Komisi II DPR RI. Doa bersama tersebut digagas salah satu siswa kelas XII, Muhammad Jamalul Firdaus, sesaat setelah Ganjar menutup sesi mengajar. Pelajar bertubuh ceking maju dan langsung menghampiri Ganjar. “Pak saya berdoa untuk bapak,” katanya.

Begitu Ganjar mempersilahkan, siswa jurusan rekayasa perangkat lunak ini langsung memegang mik. Lewat pengeras suara, dia mengajak teman-temannya untuk ikut berdoa bersama sembari menudukkan kepala.

“Semoga para pemimpin,  guru dan orang tua kita, khususnya Bapak Ganjar Pranowo diberikan kesehatan kekuatan dan kesabaran dalam memimpin Jateng, dijauhkan dari berbagai cobaan dari isu-isu yang tidak benar dan berita hoax,  khususnya yang baru hangat kasus E-KTP, sehingga bisa bekerja dengan tenang,” tuturnya.

Bacaan surat Al Fatihah secara bersama-sama mengakhiri doa tersebut. Selain siswa, doa juga diikuti para guru, Bupati Demak, M Natsir dan jajaran pejabat Pemprov Jateng.

Ditemui usai acara, siswa yang akrab disapa Jamal ini mengaku tahu soal kasus E-KTP dari media televisi. Meski nama Ganjar disebut sebagai satu diantara penerima suap, namun Jamal tidak percaya.

“Tapi tadi ya sempat takut mau maju, takut juga pak Ganjar marah dengan doa saya, tapi alhamdulillah tidak,” kata warga Desa Timbusloko, Kecamatan Sayung, Demak itu.

Menanggapi doa tersebut, Ganjar  mengatakan bahwa adalah sebuah hal yang wajar jika masyarakat mendoakan hal-hal baik untuk pemimpinnya. “Ya terimakasih, wajar saja kan, terimakasih,” katanya. (hib/amh/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here