Vandalisme Rusak Fasilitas Umum

524
DICORET-CORET : Tempat sampah di depan kantor Bank Panin Jalan Diponegoro yang sudah hilang satu. (Christian Paskah Pardamean Situmorang/Radar Semarang)
DICORET-CORET : Tempat sampah di depan kantor Bank Panin Jalan Diponegoro yang sudah hilang satu. (Christian Paskah Pardamean Situmorang/Radar Semarang)

SALATIGA – Sejumlah fasilitas umum di Kota Salatiga dirusak orang tak bertanggung jawab. Seperti tempat sampah di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Selasar Kartini dan toilet umum di Selasar Kartini.

Di depan kantor Bank Panin Salatiga Jalan Diponegoro, Pemkot menyediakan 5 tempat sampah yang disesuaikan dengan jenis sampahnya. Tapi saat ini, yang tersisa tinggal 4 tempat sampah, masing-masing untuk sampah residu, sampahdaur ulang, sampah guna ulang dan sampah organik. Sementara tempat sampah anorganik sudah hilang. Vandalisme berupa coretan dengan cat semprot juga terlihat di bagian depan tempat sampah tersebut.

Selain tempat sampah, toilet-toilet di sepanjang Selasar Kartini juga tak luput dari tangan jahil. Tak hanya coretan yang betebaran, sejumlah fasilitas kebersihan juga dirusak. Kran wastafel sudah hilang sehingga tak bisa lagi digunakan. Selain itu, sejumlah plafon juga sudah mengelupas dan berlubang.

Penjaga Selasar Kartini M Ayup Susanto, kerusakan yang terjadi pada toilet blok E disebabkan beberapa hal. Plafon tersebut rusak akibat kejatuhan ranting pohon mahoni yang sudah berusia puluhan tahun. Coretan cat semprot yang ada di dalam ruangan sudah ada sejak lama.

Sedangkan, untuk wastafel yang ada di toilet blok D , rusak akibat ulah beberapa oknum yang tak bertanggung jawab. “Kerusakan-kerusakan ini terjadi karena ada orang yang tidak suka melihat kota bersih, rapi, dan tertata,” sindir Ayup.

Kebanyakan pelaku vandalisme, menurut Ayup, adalah pelajar. Sejumlah tindakan telah dilakukan, seperti memanggil orangtua pelajar yang ketahuan merusak fasilitas umum. Selain itu, pelajar tersebut juga diminta membeli cat dan mengecat ulang bagian yang mereka coret-coret.

Masyarakat Kota Salatiga menyesalkan pengrusakan fasilitas di berbagai tempat ini. “Masyarakat sudah diberikan fasilitas, tapi kok nggak dimanfaatkan dengan baik, ya? Karena kalau bukan masyarakat Kota Salatiga yang memeliharanya, siapa lagi?” kata salah satu warga Salatiga, Nunuk Ichda. (mg27/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here