Satpol PP Sita Ratusan Karcis Palsu Dari Jukir di Parkiran Masjid Agung Demak

437
PENERTIBAN PARKIR : Kabid Penegakan Produk Hukum Satpol PP, Adi Prabowo menunjukkan karcis palsu hasil sitaan petugas saat menertibkan parkir di depan Masjid Agung Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENERTIBAN PARKIR : Kabid Penegakan Produk Hukum Satpol PP, Adi Prabowo menunjukkan karcis palsu hasil sitaan petugas saat menertibkan parkir di depan Masjid Agung Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Petugas Satpol PP Pemkab Demak melakukan penertiban di sejumlah titik parkir kendaraan. Antara lain di depan Masjid Agung Demak, kawasan Pecinan Jalan Sultan Fatah, kawasan Pasar Bintoro hingga Kracaan dan jalan arah Kampung Sampangan, Kota Demak. Dalam penertiban ini, Satpol PP berhasil menyita ratusan lembar karcis palsu atau ilegal dari tukang juru parkir (jukir).

Kepala Satpol PP, Bambang Saptoro melalui Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah, Adi Prabowo mengatakan bahwa petugas parkir yang berada di kawasan wisata depan Masjid Agung diketahui memberikan karcis kendaraan yang tidak resmi alias palsu. Dalam ketentuan resmi yang diberlakukan di kawasan khusus Masjid Agung Demak, untuk mobil ditarik karcis Rp 2 ribu dan Rp 1.000 untuk sepeda motor.

Sedangkan, di kawasan Pecinan untuk mobil Rp 1.000 dan sepeda motor Rp 500. Ini sesuai dengan ketentuan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum. “Namun, setelah kita tertibkan, ternyata ada karcis tidak resmi yang besarannya sampai Rp 5 ribu untuk mobil dan Rp 2 ribu untuk sepeda motor. Jadi, tidak sesuai karcis yang resmi, termasuk saat hari Jumat,” katanya, kemarin.

Selain di Masjid Agung, petugas Satpol PP menemukan petugas parkir yang tidak resmi. Ada pula, juru parkir yang kartu keanggotaannya (KTA) dari Dinas Perhubungan (Dishub) sudah habis masa berlakunya. “Untuk sementara, KTA-nya kami sita agar mereka mau mengurus kembali yang baru. Rata-rata KTA jukir di Pecinan tahunnya 2015 dan 2016. Jadi, sudah lewat. Padahal, sekarang sudah 2017,” katanya.

Menurutnya, para jukir yang ketahuan KTA-nya tidak aktif langsung diminta untuk membuat surat pernyataan. Mereka agar mengurus izinnya di Dishub lagi. Adi Prabowo menambahkan, petugas juga menemukan jukir ilegal di depan swalayan Indomaret Kracaan. “Jukir itu ngaku beli lokasi parkir ke seseorang dengan setor uang Rp 400 ribu perbulan. Namun, saat kita kejar, orang yang disetori malah melarikan diri,” katanya. (hib/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here