Satpol PP Dilengkapi Tameng dan Pentungan

438
SIMULASI: Personel Satpol PP melakukan simulasi dalam pengenalan perlengkapan antihuru-hara di halaman Pendopo Kabupaten. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
SIMULASI: Personel Satpol PP melakukan simulasi dalam pengenalan perlengkapan antihuru-hara di halaman Pendopo Kabupaten. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Wonosobo dilengkapi baju dan peralatan antihuru-hara. Tujuannya, mengantisipasi jika ada gangguan sosial, maka dilibatkan dalam pengamanan bersama polisi. Pengenalan terhadap perlengkapan huru-hara, kemarin, digelar di halaman Pendopo.

Sedikitnya 30 personel mengenakan seragam lengkap. Mmulai baju pelindung, tongkat, hingga tameng. Beberapa personel juga melakukan praktik membuat barisan penghadang massa.

Kepala Sub-Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan serta Sistem Informasi Manajemen Pemkab Wonosobo, Hermawan Animoro, seragam antihuru-hara baru bagi personel satpol PP. “Ini sifatnya antisipasi, sehingga saat dibutuhkan bisa membantu polisi di lapangan.”

Hermawan mengatakan, perlengkapan tersebut dibeli Pemkab Wonosobo untuk 30 personel. Untuk mampu menggunakan perlengkapan ini, pihaknya bekerja sama dengan Brimob. “Hari ini masih tahap pengenalan perlengkapan untuk bisa menggunakan dengan baik, kami perlu latihan.”

Dikatakan, meski sudah punya perlengkapan antihuru-hara, dalam melakukan kerja, satpol PP tetap mendasarkan pada kerja dengan pendekatan humanis, edukatif, dan pelayanan. “Kami tidak menggunakan pendekatan kerja represif, perlengkapan ini sifatnya hanya antisipatif.” (ali/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here