Rekrut Dua Pemain, Coret Tiga

BJL Terus Perkuat Tim

539
TAMBAH KEKUATAN: BJL 2000 Shiba Semarang (biru), saat berhadapan dengan Vamos Mataram pada laga perdana PFL 2017 di GOR Unesa Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMBAH KEKUATAN: BJL 2000 Shiba Semarang (biru), saat berhadapan dengan Vamos Mataram pada laga perdana PFL 2017 di GOR Unesa Surabaya. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim BJL 2000 Shiba Semarang merekrut dua pemain baru. Keduanya akan dibawa bertarung pada lanjutan kompetisi futsal terbesar di Tanai Air, Pro Futsal League (PFL) 2017.

Kedua pemain tersebut adalah Eko Setiawan dan M Andika. Meski belum pernah bergabung dengan tim profesional, namun Manajer BJL 2000 Suyatno cukup optimistis keduanya mampu segera beradaptasi. Suyatno tak ragu dengan kemampuan keduanya. Kedua pemain tersebut adalah eks pemain Jateng di ajang PON Riau 2012 lalu.

Selain merektut dua pemain, BJL juga menyoret tiga pemain. Ketiganya dianggap tidak bisa berkembang. “Berarti total saat ini ada 17 pemain. Namun kami masih berencana menambah pemain lagi sampai batas akhir pendaftaran 24 Maret 2017 besok,” kata Suyatno.

Lebih lanjut Suyatno mengatakan, manajemen tim BJL 2000 juga sempat dibuat pusing di jeda transfer putaran kedua ini, beberapa pilar pemain BJL sempat memutuskan hengkang ke tim lain meski akhirnya urung terjadi. “Jadi situasinya ada pemain kami yang nego diam-diam dengan tim PFL lain. Tentunya kami cukup kesal kalau mau ambil pemain ya harus pakai etika lah. Minta izin sama klubnya, jangan seperti tarkam,” kata Yatno.

Sementara terkait persiapan tim BJL 2000 saat ini tengah bersiap menghadapi laga lanjutan Grup B yang akan digelar di Mataram 25-26 Maret 2017 mendatang. di Mataram BJL akan melakoni dua laga yaitu versus Kaimana FC (25/3) dan Bintang Timur Surabaya (26/3).

Di Seri Mataram mendatang tim asuhan Wahyudin ‘Kocoy’ wajib tampil lebih baik menyusul hasil buruk di dua laga sebelumnya yaitu kalah 2-1 atas BBK Kancil dan ditahan 2-2 oleh SFC Planet Sleman. “Padahal di seri sebelumnya kami berhasil menang atas juara bertahan Blacksteel Papua. Memang itu problem anak-anak, kalau menghadapi tim dengan level diatas kami bisa tampil maksimal, namun ketika menghadapi tim selevel justru meremehkan. Itu evaluasi sebelum menghadapi seri sebelumnya,” pungkas Suyatno. (bas/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here