Rangsang Warga Bertani, Pemerintah Gelontorkan Bantuan

Tak Boleh Dijual, Alat Bisa Disewakan

396
BANTUAN: Kelompok tani dari berbagai desa di Kabupaten Wonosobo menerima bantuan alat pertanian modern di Kantor Pertanian Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BANTUAN: Kelompok tani dari berbagai desa di Kabupaten Wonosobo menerima bantuan alat pertanian modern di Kantor Pertanian Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

Menurunnya generasi penerus petani, mengancam hasil produksi pertanian. Untuk mendorong agar hasil panen tetap sesuai target, Kementerian Pertanian mendorong modernisasi alat pertanian. Di antaranya, diberikan bantuan kepada kelompok tani berupa peralatan pratanam hingga panen.

BANTUAN kepada Kelompok Tani Wonosobo diserahkan kemarin kepada sedikitnya 33 kelompok tani dari 15 kecamatan di Wonosobo. Mereka mendapatkan bantuan berupa traktor dan caltivator pratanam.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pangan Perikanan dan Pertanian Pemkab Wonosobo Dwi Ari menyampaikan, bantuan tersebut disalurkan oleh Kementerian Pertanian sebagai jawaban menurunnya jumlah tenaga pertanian. Harapannya, mampu meningkatkan program Pajale. “Bantuan ini diberikan kepada kelompok bukan perorangan.”

Dengan bantuan ini, kata Dwi, selain menjawab menurunnya jumlah tenaga pertanian, juga bisa menjadi peningkatan aset kelompok tani. Sebab, alat tersebut bisa disewakan kepada sesama petani. Sedangkan pendapatannya bisa digunakan untuk pemeliharaan alat, sekaligus bisa membeli lagi peralatan modern.

“Sifat bantuan ini bergulir, jelas tidak boleh dijual. Harus digunakan oleh kelompok dan diharapkan jumlahnya bisa bertambah.” Untuk penyaluran bantuan awal, kata Dwi, masih berupa alat pertanian pratanam. Di antaranya, traktor untuk mencangkul lahan pertanian. Alat berikutnya yang akan disalurkan adalah peralatan menanam dan memanen. (ali/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here