Punya Saudara Difabel, Jangan Segan Lapor!

376
SOSIALISASI: Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat menggelar sosialisasi Undang-Undang Disabilitas di Dusun Purwosari Desa Purwosari Kranggan, Selasa (14/3) sore. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
SOSIALISASI: Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Nasdem KH Choirul Muna saat menggelar sosialisasi Undang-Undang Disabilitas di Dusun Purwosari Desa Purwosari Kranggan, Selasa (14/3) sore. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Nasdem, KH Choirul Muna, menggelar sosialisasi Undang-Undang Disabilitas kepada tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) di wilayah Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sosialisasi berlangsung di Dusun Purwosari, Desa Purwosari, Kranggan, Selasa (14/3) lalu.

Dalam sosialisasi kemarin, Gus Muna—sapaan akrab KH Choirul Muna—menggandeng Dinas Sosial setempat. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinsos Kabupaten Widiarso, juga Kepala Desa (Kades) setempat, Slamet Prabowo.

Gus Muna menuturkan, pihaknya menyosialisasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Isi UU tersebut mengatur perihal difabel. Yaitu bahwa difabel harus diakomodasi oleh pemerintah, mulai dari insfrastruktur, jaminan hidup, alat kelengkapan, hingga pemberdayaan difabel. “Intinya, negara harus hadir mengcover kebutuhan difabel. Mereka (difabel, red) dijamin oleh negara dan UU,” kata Gus Muna di hadapan puluhan tokoh agama dan masyarakat.

Saat sesi tanya jawab, Kadus Purwosari, Wahono menyampaikan, warganya ada yang penyandang tunanetra, usianya sekitar 65 tahun, tidak ada yang merawat. “Meski tinggal di kampung kami, mereka tidak ber-KTP dan tidak memiliki KK Purwosari Kranggan. Dia hanya numpang ikut saudaranya di kampung kami, bagaimana solusinya?” tanya Wahono kepada Gus Muna dan pejabat Dinsos.

Pertanyaan selanjutnya muncul dari Budi Waluyo, warga Ngloroh, Pringsurat. “Saya punya tetangga, namanya Pak Kuat. Ia kini menyandang difabel cacat kaki, saya harus lapor ke siapa? Cukup lewat perangkat desa atau harus lapor ke Dinsos,” tanya Budi.

Atas pertanyaan tersebut, Kabid Rehabsos Dinsos Temanggung Widiarso langsung meresponsnya. Ia meminya, siapa saja yang mempunyai saudara, tetangga yang difabel, baik disabilitas intelektual atau fisik, silahkan melapor ke perangkat desa setempat, nanti pasti diteruskan ke Dinsos. “Laporan dari kades atau perangkat desa, pasti akan kita tindak lanjuti. Kita siap menfasilitasi.”

Widiarso melanjutkan, terkait warga difabel yang tidak ber-KTP atau KK Temanggung, pihaknya siap menampung. “Siapapun orangnya, selagi masih warga negara Indonesia, kita punya tanggung jawab untuk mengurus.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here