Prahendita Putri dan Radhyta Mahenda, Pasutri yang Bisnis Bantal Unik

Menikah Muda setelah Join dalam Bisnis

392
ENTREPRENEUR MUDA: Prahendita Putri Prasetyani di antara produk bantal dan boneka siap kirim. (kanan) Bantal dan boneka bergambar balita produknya. (FOTO-FOTO: AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ENTREPRENEUR MUDA: Prahendita Putri Prasetyani di antara produk bantal dan boneka siap kirim. (kanan) Bantal dan boneka bergambar balita produknya. (FOTO-FOTO: AFIATI TSALITSATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Prahendita Putri Prasetyani dan Radhyta Mahenda Mukhsin adalah pasangan suami istri yang sukses menekuni usaha pembuatan bantal dan boneka. Keduanya juga nekat menikah muda demi bisnisnya tersebut. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

PRAHENDITA Putri Prasetyani Putri termasuk mahasiswi kreatif. Di usia muda, ia sudah menjalankan usaha sendiri. Dilatarbelakangi keinginan untuk hidup mandiri, Putri memulai usaha menjadi suplier baju. Ia datangkan baju jadi, lalu dijual lewat media sosial (medsos).

Namun bisnisnya itu tidak berlangsung lama. Setelah berpacaran dengan Radhyta Mahenda Mukhsin yang kini menjadi suaminya, ia berganti bisnis  bantal boneka dengan nama brand Custompedia.  Produk bantal dan boneknya tergolong unik. Karena dengan foto orang yang pesan ataupun orang yang akan dihadiahi.

Ia mengaku, memilih bisnis tersebut setelah dirinya melihat potensi pasar.  Selain itu, juga memanfaatkan keahlian Radyt dalam mendesain. “Kan banyak yang mau ngasih-ngasih hadiah gitu ke orang terkasihnya. Nah saya lihat barang yang dipilih itu bantal atau boneka. Kebetulan Radyt bisa desain, jadi saya pikir ini cocok untuk dijadikan usaha,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Karena join bisnis itu pula, Putri dan Radyt akhirnya resmi menikah pada Januari 2017 lalu. Menurut Putri, selalu berdua tanpa ada ikatan resmi, memunculkan mudharat yang justru tidak menguntungkan. Sehingga keduanya memutuskan untuk menikah muda. Saat menikah, Putri tepat berusia 21 tahun, sedangkan Radyt berusia 23 tahun.

Diakui Ciput  –sapaan akrab Putri,  kedua orangtuanya maupun orangtua Radyt sempat kurang menyetujui keputusan mereka menjalankan bisnis dan menikah di usia muda. “Apalagi orangtua suami kan latar belakangnya polisi dan dokter. Jadi ya agak kaget dengan keputusan kami,” ujar wanita kelahiran Semarang, 6 Januari 1996 ini.

Namun hal itu disikapi keduanya dengan terus membuktikan bahwa apa yang mereka lakukan telah penuh dengan perhitungan, dan sebagai langkah mandiri. Putri mengungkapkan, meski usia muda bukan jadi alasan untuk menjadi entrepreneur dengan pengalaman yang minim. Baginya, apapun yang dijalani dengan tekun, maka hasilnya akan berbanding lurus dengan proses. “Kita berdua jalanin usaha dari awal, untuk membuktikan juga ke orangtua bahwa meskipun kita sama-sama masih kuliah, tapi kita bisa mandiri,” paparnya.

Dalam menjalankan usahanya, Putri dan Radyt dibantu oleh tim yang semuanya masih teman mereka. Ia mengungkapkan, dalam pemilihan pegawai dirinya lebih selektif. “Kebanyakan semua teman, karena kita juga ingin saling membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Untuk saat ini, kita mungkin masih butuh desainer, tapi harus yang skill-nya oke, karena tuntutan klien macam-macam,” kata wanita berhijab ini.

Ia menjelaskan, nama Custompedia merupakan deskripsi bahwa ini adalah perusahaan industri kreatif yang goal-nya klien mereka dapat meng-custom sesuai dengan keinginannya. “Memang banyak saingan usaha sejenis, tapi kenapa klien larinya ke produk kita, karena kita mementingkan desainnya. Kalau yang lain kan umumnya asal jadi,” ujarnya.
Segmentasi pasar Custompedia, menurut Putri, tidak terbatas. Hanya saja kebanyakan konsumennya berusia 20-35 tahun.  Ia juga sering melayani siswa SMP yang pesan bantal atau boneka untuk diberikan kepada pacarnya.

“Anak SMP zaman sekarang kan udah pada berani pacaran. Kadang pesanannya juga lucu-lucu dan jadi hiburan juga buat kita,” ucapnya sambil tersenyum.
Dia menambahkan, selama 6 bulan terakhir, ia dan suami lebih serius dalam menjalankan usahanya tersebut. Menurutnya, pelajaran ketika menjadi suplier baju dijadikannya ilmu untuk mengembangkan bisnis saat ini.

Selain itu, ia juga aktif dalam organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) yang menjadi wadah entrepreneur muda. Baginya itu salah satu faktor pendukung perkembangan bisnisnya. Karena ia bisa sharing dengan pengusaha lainnya yang sudah sukses maupun pemula seperti dirinya.

“Pada dasarnya aku suka organisasi, dan kebetulan aku punya usaha ya aku ikut HIPMI. Dari sana dapet banyak hal, termasuk relasi,” ujarnya.

Dalam satu bulan, omzet yang didapatkan telah mencapai puluhan juta rupiah. Baginya ini tidak lepas dari bantuan suami dan timnya yang telah bekerja bersama. Karena ia tidak mau merasa berjalan sendiri pada usaha ini.

“Saya dan suami sebisa mungkin kasih treatmen ke temen-temen tim dengan baik. Karena kita sadar, gaji yang kita beri belum maksimal. Salah satunya dengan mengajak timnya pergi bersama,” katanya.

Ditanya soal kendala, Putri mengaku belum terlalu merasakan adanya kendala yang berarti.  Karena semuanya adalah proses yang ia dan suami nikmati sebagai entrepreneur muda.

Dia bercerita salah satu pelanggan berkesan yang pernah dilayani, yakni pemilik seleb bayi Instagram @jrsugianto dikenal dengan panggilan Tatan yang memiliki followers lebih dari 2 juta. “Alhamdulillah kemarin kita yang niatnya mau endorse, eh ternyata Tatan tertarik dan diajak kerjasama untuk nanti bikin birthday gift-nya,” tambahnya.

Usahanya saat ini melayani pemesanan dan pengiriman ke seluruh Indonesia. Sedangkan untuk pesanan ke luar negeri, pihaknya masih ingin memperbaiki sistemnya terlebih dahulu.

“Harapan ke depan, salah satunya bisa menembus pasar internasional, tapi tidak dalam waktu dekat. Sementara ini Indonesia saja dulu,” ungkapnya.

Harga produk Custompedia memang tidak lebih murah dibanding kompetitor bisnis serup. Hal ini diyakini Putri karena pelanggan puas dengan desain yang dibuatnya. Selain itu, karena mereka dapat request sesuai keinginannya.

Alhamdulillah, kita awalnya gak nyangka kalau akan seperti ini. Bahkan seminggu bisa 100-an bantal boneka yang kita produksi,” akunya.

Harga yang ditawarkan mulai Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per bantal tergantung desain dan ukuran bantal yang dipesan. Putri mengaku pernah satu kali mendapat komplain, namun ia memberikan kompensasi salah satunya free produk. “Free produk itu sebagai tanggung jawab kita dari komplain yang diberikan, karena bagaimanapun kalau kita biarkan, bisa bikin pelanggan lari,” pungkasnya. (*/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here