Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Sidak Galian C Ilegal

330
PERINGATAN : Kepolisian melakukan tindakan penertiban penambangan alat berat di Kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang, Rabu (15/3). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
PERINGATAN : Kepolisian melakukan tindakan penertiban penambangan alat berat di Kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang, Rabu (15/3). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID – Kapolres Magelang AKBP Hindarsono terus melakukan langkah penertiban kegiatan penambangan ilegal di wilayah hukumnya. Bahkan, Rabu (15/3), polisi terpaksa memberikan tembakan peringatan kepada para penambang yang melakukan kegiatan di tebing.

Aksi itu dilakukan oleh Kapolres Magelang AKBP Hindarsono saat melakukan penertiban Cawang Desa Kaliurang Kecamatan Srumbugn Kabupaten Magelang. Tepatnya di alur Sungai Bebeng.

Beberapa kali peringatan yang disampaikan oleh Polres tidak diindahkan oleh sejumlah penambang manual yang ada di tebing. “Kalau perlu diberikan tembakan peringatan supaya mereka dengar,” tegas Kapolres.

Wakapolres Magelang Kompol Heru Budiharto kemudian memerintahkana anggotanya melakukan tembakan peringatan. Sedikitnya 10 kali tembakan peringatan dilepaskan oleh petugas agar para penambang manual yang berada di tebing menghentikan aktivitasnya.

Setelah diberikan tembakan peringatan, para penambang tersebut kemudian diminta. Dalam kesempatan itu, sejumlah alat penambangan manual disita oleh kepolisian.

Hindarsono menjelaskan, pihaknya mengamankan penambang manual maupun alat berat yang melakukan aktivitas penambangan di tebing yang bisa menggerus bibir sungai. “Menambang di pinggir tebing jelas merusak, selain menyebabkan longsor juga juga menggerus lahan milik warga. Dan yang lebih mengerikan lagi juga membahayakan penambang itu sendiri,” jelasnya.

Dia menegaskan, sudah berulang kali pihaknya memberikan peringatana dan imbauan sejak dua bulan lalu. “Tetapi kalau teguran tidak pernah diindahkan seperti ini, ya terpaksa kita sikat,” tegas Hindarsono.

“Kali ini kita tegas karena kita sudah capek memberikan teguran. Kalau mereka memang menambang sesuai aturan maka kami persilakan, tapi jika melanggar aturan bahkan hingga mengancam jiwanya sendiri maka kita akan ambil tindakan,” ujar Hindarsono.

Selain memberikan peringatan kepada para penambang manual, tim gabungan juga menemukan 1 alat berat, 5 truk penambang serta alat-alat penambang. Sejumlah barang bukti tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolres Magelang.

Sementara puluhan penambang yang berhasil diamankan dibawa ke Polsek Srumbung dan diberikan pembinaan. Mereka diperingatkan untuk tidak lagi menambang di tebing maupun wilayah larangan.

Dalam sidak tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto, sejumlah unsur pimpinan DPRD, pejabat di Pemkab Magelang dari Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup juga ikut. Sariyan mengatakan, hasil temuan di lapangan tersebut akan dijadikan bahan dalam rapat bersama instansi terkait baik Dinas Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, BBWSSO, TNGM dan Pemkab Magelang yang rencananya dilaksanakan Kamis (16/3) ini di gedung DPRD Kabupaten Magelang. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here