Peringatan Larangan Dilanggar Mobil Muatan

446
NEKAT: Kendaraan berat melintas jalan Kaliwungu-Boja. Padahal jalan terpampang larangan mobil muatan dilarang melintas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NEKAT: Kendaraan berat melintas jalan Kaliwungu-Boja. Padahal jalan terpampang larangan mobil muatan dilarang melintas. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Meski sudah jelas terpampang larangan mobil muatan berat melintas, Jalan Kaliwungu-Boja masih dilintasi truk dan mobil pikap. Padahal putusnya jalan dan banyaknya jalan amblas, masih dalam tahap perbaikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, pembangunan jalur darurat pada titik putus di Desa Darupono sudah selesai dikerjakan. Jalan darurat dibangun di sisi barat dengan melebarkan tepi jalan yang sudah dipadatkan dari bronjong bebatuan. Sehingga bisa aman dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

Sementara jalan rabat beton yang amblas sudah diuruk dan diratakan menggunakan tanah padas. Pekerjaan pembangunan jalan dilaksanakan tahun ini dengan membangun talud dan tiang pancang sepanjang 40 meter.

Sesuai peruntukannya, jalan jalur darurat tersebut hanya diperuntukkan pengendara roda dua dan mobil penumpang orang saja. Sedangkan kendaraan berat pengangkut barang dilarang melintas, lantaran kondisi jalan darurat dikhawatirkan ambles lagi.

Tapi sejak pagi, banyak truk maupun dum truk yang melintas. Warga sekitar memberlakukan buka tutup jalan agar jalan tidak terlalu padat dan amblas. “Kalau kendaraan muatan berat dibiarkan terus melintas, jalan darurat yang sudah dibangun lama kelamaan akan amblas,” keluh Suherti, warga Singorojo, kemarin (15/3).

Sebab, jalur sementara ini diperuntukkan hanya untuk mobil berpenumpang dan kendaraan roda dua. “Kami minta kepada pemerintah untuk menertibkan truk-truk agar tidak melintas. Sebab pembangunan jalan ini selesainya lama. Kalau jalur darurat sudah ambles, warga mau melintas lewat mana lagi,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Ahmad Sobirin, warga Kaliwungu Selatan. Diakuinya, truk-truk sudah banyak yang melintas di Jalan Darupono sejak Selasa (14/2) lusa lalu. “Sudah diingatkan, tapi karena mendesak untuk antar barang dan jalan sudah bisa dilalui. Para sopir banyak yang tak menghiraukan peringatan,” tambahnya.

Salah seorang pengguna jalan, Wahyudi, mengatakan, kondisi jalan sudah lebih baik dibanding pekan lalu. Jalan sekarang sudah lebih padat dan keras, sehingga bisa dilalui kendaraan. Namun begitu, pihaknya berharap pemerintah segera menyelesaikan pembangunan jalan. “Pekan lalu saya melintas di sini (Darupono), kondisi jalan penuh lumpur. Namun, sekarang jalan sudah padat dan lebih nyaman dilalui,” kata dia.

Sementara jalan yang putus akibat longsor sudah mulai diurug. Bahkan pengerjaannya sudah mulai dilaksanakan dengan menggunakan alat berat. Pengawas dari PT Wiwaha Wahyu Wijaya Persaka, Jatmiko Aji, mengatakan setelah pemadatan, pihaknya akan melakukan pemasangan tiang pancang.

Tiang panjang yang disiapkan berdiamter 30 sentimeter dan sebanyak 300 unit. Tiang pancang itu untuk menahan longsoran jalan sepanjang kurang lebih 40 meter. “Kami hanya mengerjakan tiang pancang dan pengurukan. Untuk pengaspalan atau pembetonan menjadi wewenang pemerintah daerah,” tuturnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here