Masuk Kemarau, Jalan Tol Harus Dikebut

335
Foto Sri Puryono
Foto Sri Puryono

SEMARANG – Sekda Jateng, Sri Puryono meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) segera mempercepat konstruksi jalan tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen-Salatiga. Menurutnya, proyek tersebut molor dari target yang ditentukan pemerintah pusat.

“Musim hujan memang jadi kendala utama. Tanahnya tidak bisa digarap,” ucapnya.

Dijelaskan, Maret ini sudah masuk musim kemarau. Praktis, kendala cuaca sudah tidak menjadi ganjalan konstruksi.

Menurut Sri Puryono, jalan tol seharusnya sudah bisa dioperasikan April mendatang. Tapi dia pesimistis lantaran setelah tol selesai konstruksi, ada uji kelayakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Uji kelayakan ini bisa memakan waktu hingga satu bulan. “Jadi kalau targetnya April dibuka, berarti harus jadi Maret ini. Sepertinya realisasi bakal molor lagi dari target yang ditentukan,” tegasnya.

Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Trans Marga Jateng (TMJ), Indriono menjelaskan, Februari kemarin nyaris tidak ada progres signifikan. Sebab, dari 28 hari, hanya ada 6 hari tanpa hujan.

“PR yang paling banyak kan pengerjaan tanah, entah timbunan atau galian. Nah, kalau kondisi tanah basah, tidak bisa dikerjakan. Harus nunggu kering. Kalau pengecoran, relatif tidak ada masalah. Kalau hujan, pejerjanya berteduh, pas terang, langsung lanjut bekerja lagi,” ucapnya.

Dia mengaku masih mengandalkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng yang mengatakan Maret sudah memasuki pancaroba. Ini bisa dijadikan pegangan agar pengerjaan tol bisa lebih baik dari Februari lalu.

Meski begitu, lanjutnya, hingga pertengahan Maret ini masih sering turun hujan. “Jika hujan masih terjadi sampai akhir Maret, pengerjaan tanah tidak bisa dipercepat. Tapi kami berupaya memenuhi target, yaitu harus sudah clear pertengahan April mendatang,” harapnya.

Upaya percepatan tesebut dilakuan dengan menambah jumlah pekerja dan alat berat. Jam kerjanya pun sebenarnya juga ditambah. Tapi tidak efisien karena pengerjaan tanah tidak bisa berjalan gara-gara hujan. “Penambahannya cukup banyak, tapi kami tidak bisa menyebutkannya,” tegasnya. (amh/zal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here